Detikfokus.com. TANJUNGPANDAN, Adhyaksanews –* Anggaran belanja Kabupaten Belitung dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan menembus angka Rp1 triliun. Tepatnya mencapai *Rp1.009,07 miliar*.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belitung, Senin (5/10/2026).

Dalam Nota Pengantar Raperda APBD 2027, Bupati Djoni memaparkan pendapatan daerah diproyeksikan mencapai *Rp955,23 miliar*, naik Rp85,25 miliar atau 9,8 persen dibandingkan APBD 2026.

Pendapatan itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp216,01 miliar dan pendapatan transfer Rp739,22 miliar.

Sementara belanja daerah naik Rp77,20 miliar atau 9,3 persen dari APBD 2026 yang sebesar Rp931,87 miliar menjadi Rp1.009,07 miliar.

Bupati Djoni menegaskan, kenaikan belanja bukan untuk memperbesar pengeluaran semata.

> “Dengan demikian, kenaikan belanja bukan ruang untuk memperbesar pengeluaran, tetapi ruang untuk memperjelas prioritas dan memastikan anggaran menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat,” kata Djoni, dikutip dari Antara.

*Empat Fokus Pembangunan 2027*

RAPBD 2027 akan diarahkan pada empat prioritas utama:

*1. Percepatan Pertumbuhan Ekonomi:* Penguatan sektor unggulan, potensi lokal, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
*2. Peningkatan Kualitas SDM:* Membangun masyarakat Belitung yang berkarakter, kompeten, dan berdaya saing.
*3. Infrastruktur Merata:* Pembangunan infrastruktur yang merata, saling terhubung, dan berkelanjutan.
*4. Tata Kelola Pemerintahan:* Memperkuat pemerintahan yang inovatif, kolaboratif, dan akuntabel.

Keempat arah tersebut disusun dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan riil masyarakat.

*Pendidikan Rp246,78 Miliar, Kesehatan Rp237,35 Miliar*

Komitmen terhadap kualitas hidup masyarakat terlihat dari porsi anggaran dua sektor dasar.

Sektor *pendidikan mendapat alokasi Rp246,78 miliar atau 24,46 persen* dari total belanja, melebihi ketentuan minimal mandatory spending 20 persen. Anggaran ini untuk menjaga akses dan mutu pendidikan.

Sektor *kesehatan dialokasikan Rp237,35 miliar* yang akan dikelola Dinas Kesehatan, RSUD Marsidi Judono, dan Puskesmas se-Kabupaten Belitung untuk peningkatan mutu dan jangkauan layanan.

“Dalam RAPBD 2027, pendidikan dan kesehatan tetap kita tempatkan sebagai prioritas, karena keduanya bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat,” ujar Djoni.

*Perhatikan Mandatory Spending*

Penyusunan RAPBD juga memperhatikan ketentuan wajib seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM), Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditentukan penggunaannya, serta Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

Di akhir paparannya, Bupati Djoni berharap anggaran Rp1 triliun ini tidak hanya habis terserap, tetapi benar-benar berdampak.

“Kami berharap semoga RAPBD Belitung 2027 bukan sekadar anggaran yang terserap, tetapi kehidupan masyarakat yang bergerak menjadi lebih baik,” pungkasnya.

RAPBD 2027 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Belitung untuk disahkan menjadi APBD definitif.

Penulis : Serli Agus Saputra    Editor : Tya