
detikfokus.com. JAKARTA — Barisan Aktivis Jakarta (BAJA) mengapresiasi capaian dan pengakuan internasional yang diraih Arief Nasrudin dalam memimpin PAM JAYA. BAJA menilai, berbagai pencapaian tersebut perlu menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan akses air bersih, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta memastikan hak masyarakat atas air bersih yang aman dan terjangkau dapat terpenuhi secara adil.
Prestasi di tingkat internasional merupakan capaian penting bagi badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta. Namun, bagi BAJA, keberhasilan pengelolaan perusahaan pelayanan publik tidak hanya diukur dari penghargaan, reputasi global, atau indikator kinerja perusahaan, melainkan juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama warga berpenghasilan rendah dan wilayah yang belum memperoleh layanan air perpipaan secara optimal.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian atas transformasi perusahaan dan upaya memperluas layanan air minum perpipaan di Jakarta. Pada September 2026, Arief menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO Roundtable di New York, sebagai bagian dari rangkaian Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Capaian tersebut menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman Jakarta dalam pengelolaan air perkotaan ke forum internasional, sekaligus memperkuat komitmen bahwa inovasi, tata kelola, dan kerja sama global harus berujung pada peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
*PAM JAYA RAIH PENGAKUAN INTERNASIONAL*

Pengakuan global terhadap PAM JAYA juga tercermin dari prestasi dalam ajang LACP Vision Awards – Annual Report Competition di Amerika Serikat. Pada Februari 2026, laporan tahunan PAM JAYA Tahun Buku 2024 dilaporkan meraih tiga penghargaan, termasuk posisi kesembilan dunia dan Technical Achievement Award. Capaian ini menunjukkan pengakuan terhadap kualitas penyajian laporan, komunikasi perusahaan, dan transparansi informasi.
Selain itu, Arief Nasrudin menerima Jakarta Youth Award 2025 pada November 2025 atas transformasi PAM JAYA yang dinilai mendorong inovasi dan pelayanan bagi masyarakat. Saat ini, cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 82 persen atau melayani sekitar 8,9 juta jiwa.
PAM JAYA juga mengembangkan instalasi pengolahan air baru, embung sebagai sumber air baku, serta skema kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk memperkuat pembiayaan. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, PAM JAYA menghadirkan Program Kartu Air Sehat dengan tarif Rp1 per liter.
Di sisi infrastruktur, PAM JAYA meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan pada September 2025 dengan kapasitas 750 liter per detik. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung pelayanan di tiga kecamatan dan sepuluh kelurahan, dengan potensi tambahan sekitar 100.000 pelanggan. PAM JAYA juga memperkenalkan aplikasi LAPOR PAM dan mobil laboratorium PAM LAB untuk mendukung pengaduan serta pemeriksaan kualitas air di lapangan.
*BAJA: PRESTASI HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT*
Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, menegaskan bahwa prestasi internasional BUMD harus menjadi pijakan untuk memperkuat akuntabilitas dan pelayanan publik.
“BAJA memandang pengakuan internasional terhadap Arief Nasrudin dan PAM JAYA sebagai momentum positif yang harus diterjemahkan menjadi hasil nyata bagi warga Jakarta. Prestasi di panggung dunia akan semakin bermakna apabila masyarakat merasakan layanan air bersih yang semakin mudah diakses, berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Joko Priyoski sekaligus Presidium BAJA.
Menurutnya, akses terhadap air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur dan bisnis perusahaan, melainkan berkaitan erat dengan keadilan sosial, kesehatan masyarakat, dan kualitas hidup warga.
Ramadhan Isa Kornas Poros Muda NU mengatakan, pentingnya keterbukaan informasi mengenai perkembangan cakupan layanan, investasi infrastruktur, kualitas air, penanganan pengaduan pelanggan, serta penggunaan anggaran perusahaan.
“Kami mendorong agar setiap capaian PAM JAYA disertai indikator kinerja yang terukur dan mudah dipahami publik. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perluasan jaringan dilakukan, bagaimana kualitas air dijaga, dan kapan wilayah yang belum terlayani dapat memperoleh akses air perpipaan,” tegas Ramadhan Presidium BAJA.
*ANWAR SJANI: JANGAN ADA WARGA YANG TERTINGGAL*
Ketua KOMWAJA sekaligus Presidium Barisan Aktivis Jakarta (BAJA), Anwar Sjani, menyampaikan bahwa pemerataan akses air bersih harus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan Jakarta.
“BAJA mendorong Arief Nasrudin beserta seluruh jajaran PAM JAYA untuk memastikan bahwa transformasi perusahaan benar-benar berpihak kepada masyarakat. Jangan sampai kemajuan infrastruktur dan pencapaian perusahaan tidak diikuti pemerataan pelayanan bagi warga di kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih,” kata Anwar Sjani.
Ia menilai, ukuran keberhasilan pelayanan air minum harus mencakup keterjangkauan biaya, kesinambungan pasokan, kualitas air, kecepatan penanganan keluhan, dan pemerataan jaringan hingga ke permukiman yang belum terlayani secara memadai.
Anwar juga mendorong penguatan koordinasi antara PAM JAYA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah wilayah, dan masyarakat agar perluasan pelayanan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan riil warga.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, kami berharap perluasan layanan dilakukan secara terencana, transparan, dan berkeadilan, dengan perhatian khusus kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Prestasi global harus menjadi energi untuk menghadirkan keadilan sosial yang benar-benar dirasakan warga Jakarta,” tambahnya.
*BAJA DORONG EMPAT AGENDA PRIORITAS*
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, BAJA mendorong PAM JAYA untuk memperkuat empat agenda prioritas.
Pertama, percepatan pemerataan akses air perpipaan. Perluasan jaringan harus mengutamakan wilayah yang belum terlayani, disertai peta jalan dan target yang jelas menuju sasaran cakupan layanan 100 persen pada 2029.
Kedua, peningkatan kualitas dan kontinuitas pasokan. Pengawasan mutu air, pemeliharaan infrastruktur, pengurangan gangguan distribusi, serta penanganan kebocoran perlu menjadi bagian penting dari evaluasi kinerja.
Ketiga, perlindungan masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan tarif, bantuan, dan program sosial harus dirancang secara transparan dengan mempertimbangkan daya beli serta kebutuhan kelompok masyarakat yang rentan.
Keempat, transparansi dan akuntabilitas. Informasi mengenai capaian perluasan layanan, penggunaan investasi, kualitas pelayanan, serta penyelesaian pengaduan harus tersedia secara berkala agar publik dapat melakukan pengawasan secara objektif.
BAJA berpandangan bahwa tata kelola perusahaan yang baik perlu dibuktikan melalui keterbukaan informasi, pengukuran kinerja yang konsisten, dan mekanisme pertanggungjawaban yang dapat diakses masyarakat. Penghargaan internasional akan memiliki nilai lebih besar apabila berjalan seiring dengan peningkatan manfaat sosial dan kualitas layanan.
*BAJA: AIR BERSIH ADALAH HAK MASYARAKAT*
Barisan Aktivis Jakarta (BAJA) merupakan wadah kolaborasi gerakan aktivis yang terdiri dari Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA), POROS MUDA NU, Barisan Aktivis Indonesia (BARKINDO), dan Front Aktivis Indonesia (FAI).
BAJA menegaskan komitmennya untuk mengawal peningkatan kualitas pelayanan publik di Jakarta melalui kritik konstruktif, pengawasan kebijakan, dan dorongan terhadap tata kelola yang transparan serta bertanggung jawab.
BAJA berharap Arief Nasrudin dapat terus mendorong transformasi PAM JAYA dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Pengakuan di tingkat dunia hendaknya berjalan beriringan dengan kemajuan yang dapat diukur di tingkat lokal: semakin luasnya akses air perpipaan, semakin baiknya kualitas pelayanan, dan semakin terjangkaunya layanan air bersih bagi warga Jakarta.
“Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan air bersih bukan hanya tentang seberapa tinggi prestasi sebuah perusahaan di tingkat internasional, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Inilah esensi keadilan sosial yang harus terus diperjuangkan untuk Jakarta,” tutup pernyataan BAJA.
Penulis : Tim Editor : Tya



Tinggalkan Balasan