Detikfokud.com. MEDAN – Pelaksanaan Olimpiade Science Competition EXPO – SCE 2026 Se Sumatera Bagian Utara yang digelar Sabtu-Minggu, 10-11 Oktober 2026 di Universitas Sumatera Utara (USU) & UNSEN Medan, diduga kuat dilaksanakan tanpa memperhatikan keamanan dan keselamatan anak.

Padahal kegiatan yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara dan Piala Walikota Medan dengan total hadiah Rp. 85.000.000,- ini diikuti mayoritas anak usia Sekolah Dasar (SD) yang masih sangat rentan.

Fakta di lapangan yang dikeluhkan orang tua sangat membahayakan keselamatan anak:

1. AKSES HANYA 1 PINTU DAN BERDESAKAN
Peserta SD harus berebut keluar-masuk melalui 1 pintu saja. Dalam kondisi ratusan anak dan orang tua berkumpul, ini sangat rawan terinjak dan sesak napas.

2. 1 AULA DIGABUNG SEMUA, TANPA MEJA
Anak SD mengerjakan soal olimpiade hanya dengan kursi kondangan tanpa meja, di lantai 4 gedung UNSEN. Ini bukan fasilitas ujian yang layak dan ramah anak.

3. TIDAK TEPAT WAKTU DAN MEMBUAT ANAK TRAUMA
Jadwal lomba 11.15 – 12.15 molor hingga pukul 12.30 lebih dan masih ditambah 30 menit lagi. Anak-anak dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh orang tua di kolom komentar resmi panitia:

“Tolong dipertimbangkan pemilihan lokasi ujian. Hari ini sangat mengecewakan untuk jenjang SD. Pelaksanaan tidak tepat waktu. Akses menuju tempat ujian 1 pintu, sehingga berdesakan keluar ataupun yg mau masuk. Panitia diperbanyak dong. Pikirkan keselamatan jiwa anak2..@lusyanatambunan komen di akun instagram panitia.

“Gila x ya.. acara keos x hari ini di unsen.. anak2 ini masi sd.. 1 aula digabung semua, kursi nya gak ada mejanya, kyk kursi kondangan, lantai 4 … jemput anak aja susah..” – @audyah_ di komen akun instagram panitia.

Menyikapi hal tersebut, Tim Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Sumatera Utara turun tangan.

Tim LPPA Sumut yang terdiri dari Ketua Dr. Andi, S.Kom., SH., MM, Sekretaris Ir. Eva Purba, Wakil Sekretaris Dra. Florida Simatupang, Bendahara Parman Marpaung, Dewan Pengawas Hanizar Fitriani, S.Psi.,M.Psi., dan Tim LPPA Sumut mengecam keras kelalaian panitia.

Ketua LPPA Sumut Dr. Andi menegaskan, ini sudah melanggar prinsip perlindungan anak.

“Ini jelas pelanggaran UU Perlindungan Anak Pasal 13, setiap anak berhak mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminasi dan kelalaian. Perlombaan dilaksanakan tanpa memerhatikan keamanan dan keselamatan anak. Anak SD ditaruh di lantai 4, akses 1 pintu berdesakan, tanpa meja, tanpa pengamanan yang memadai. Kalau terjadi kebakaran atau gempa, bagaimana evakuasinya? Ini yang kami sesalkan,” tegas Dr. Andi, Sabtu malam (11/10/2026).

Sekretaris Ir. Eva Purba menambahkan, panitia SCE yang mengklaim hasil ujian diproses secara Komputerisasi Digital Mark Reader (DMR) dan soal dibuat oleh OAK LEARN & LCE Training Center, seharusnya juga profesional dalam aspek keselamatan.

Wakil Sekretaris Dra. Florida Simatupang dan Bendahara Parman Marpaung meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dan Kota Medan yang telah memberikan rekomendasi Nomor: 400.3.7.5/155/DISDIK/VI/2026 dan Nomor: 400.3.10.6/4551.PTK untuk mengevaluasi izin kegiatan tersebut.

Dewan Pengawas LPPA Sumut *Hanizar Fitriani, S.Psi., M.Psi. dari sisi psikologis mengatakan, kondisi chaos tersebut dapat menimbulkan trauma akademik pada anak.

“Anak SD yang seharusnya termotivasi ikut olimpiade, justru jadi kapok dan trauma karena perlakuan yang tidak ramah anak. LPPA Sumut sudah menerima banyak aduan orang tua yang anaknya menangis karena tidak nyaman. Ini harus jadi atensi,” ujar Hanizar.

LPPA Sumut mendesak:

1. Evaluasi total oleh Disdik Sumut dan Disdik Kota Medan terhadap panitia SCE 2026.
2. Permohonan maaf terbuka dari panitia kepada seluruh peserta dan orang tua.
3. Jaminan keselamatan anak dengan standar SOP evakuasi, rasio panitia, dan fasilitas ramah anak jika ingin menggelar kembali.

LPPA Sumut membuka posko pengaduan bagi orang tua yang anaknya menjadi korban kelalaian panitia Olimpiade SCE 2026 di USU & UNSEN Medan.

LPPA SUMUT: KESELAMATAN ANAK DI ATAS SEGALANYA, BUKAN SEKEDAR BISNIS OLIMPIADE.

Penulis : Tim     Editor : Tya