
Detikfokus.com. JAKARTA – Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara [PWOD] menyatakan siap mengawal penuh program 100 hari kerja Kapolri baru, Jendral Pol Suyudi Ario Seto.
Pernyataan ini disampaikan menyusul disetujuinya Suyudi sebagai Kapolri oleh Komisi III DPR RI secara aklamasi dan disahkannya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis [01/10/2026].
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan online Dwipantara ( PWOD) Feri Rusdiono menilai agenda reformasi yang diusung Suyudi Ario Seto, khususnya komitmen menghapus fenomena *”No Viral, No Justice”*, adalah momentum emas untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri.
> “PWOD siap kawal program 100 hari kinerja Kapolri Suyudi AS. Apa yang disampaikan dalam fit and proper test itu berani, tajam, dan menjawab keresahan rakyat. Laporan warga tak boleh menunggu viral dulu baru ditangani. Itu yang selama ini jadi luka,” tegas Ketua Umum PWOD Feri Rusdiono.
*Fokus Pengawalan PWOD: Dari SPKT Hingga SP2HP*

PWOD mencatat ada 4 poin krusial dari paparan Jendral Pol Suyudi yang wajib dikawal implementasinya di lapangan:
*1. Lapor Diverifikasi, Ditangani, Diberi Kabar.*
PWOD akan memantau langsung pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu [SPKT] di tingkat Polres dan Polsek. Apakah pelapor benar-benar mendapat kepastian hukum tanpa harus cari akses informal ke penyidik.
*2. Kepastian SP2HP.*
Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan selama ini kerap menjadi keluhan. PWOD akan memastikan janji Suyudi soal transparansi SP2HP berjalan.[SP2HP]
*3. Evaluasi Polres dan Polsek.*
Pembenahan harus menyentuh level bawah. PWOD yang anggotanya tersebar di daerah akan melaporkan langsung kondisi riil pelayanan di Polsek.
*4. Larangan Target Haram.*
PWOD mengapresiasi tegas pernyataan Suyudi yang melarang anggota mencapai target dengan pemerasan, suap, rekayasa perkara, menjadi beking kegiatan ilegal, dan kekerasan sewenang-wenang.
*Program 100 Hari Bukan Sekadar Seremonial*
PWOD menilai pembagian 100 hari menjadi 3 tahap [30 hari pemetaan, 30 hari uji perbaikan, 40 hari evaluasi terbuka] adalah konsep yang terukur dan bisa dinilai publik.
> “Kapolri Suyudi bilang, siap dinilai dari hasil bukan dari janji. PWOD pegang itu. Kami akan jadi mitra kritis. Jika benar kami apresiasi, jika melenceng kami kritik secara lugas sesuai kode etik jurnalistik,” ujarnya.
PWOD juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar Kapolri baru adalah memastikan instruksi pimpinan benar-benar dilaksanakan hingga ke level Bhabinkamtibmas.
“Perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan. Itu kalimat Kapolri Suyudi yang paling berani. PWOD akan catat pembuktiannya,” tutupnya.
Penulis : Tim Editor : Tya



Tinggalkan Balasan