Warga Ketapang Jadi Korban Begal Payudara

Warga Ketapang Jadi Korban Begal Payudara –¬†KETAPANG – Begal payudara mulai terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebuah tindak kejahatan yang dilakukan sambil mengendarai sepeda motor dengan cara menyentuh dan/atau meremas payudara perempuan ini, dialami Mar warga Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan.

Kapolres Ketapang AKBP RS Handoyo melalui Paur Humas Polres Ketapang, Ipda Matalip menjelaskan, Mar menjadi korban pelecehan dan kekerasan ini pada Sabtu 15 Februari 2020 malam.

Kala itu, korban sedang mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Ketapang-Siduk KM 19. Tepat di depan SMK 1 Muara Pawan, Dusun Kalibaru, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, tiba-tiba ada seseorang yang membuntutinya.

“Korban dibuntuti dari arah belakang oleh seseorang tak dikenal dengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba pelaku langsung memegang payudara korban, lalu menuju ke arah Siduk,” terang Matalip, Rabu (19/2/2020).

Kemudian, sambung Matalip, korban tetap melanjutkan perjalanan pulang sambil menggerutu. Namun, saat dalam perjalanan, korban kembali dihampiri sepeda motor orang yang sama.

“Saat berada di tikungan yang tidak jauh dari lokasi kejadian sebelumnya, tiba-tiba pelaku yang sama datang kembali dari belakang dan langsung menendang sepeda motor korban. Akhirnya korban terjatuh dan pelaku melarikan diri,” tutur Matalip.

Korban kemudian ditolong warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka patah tulang bagian bahu sebelah kanan, serta lecet pada kaki dan tangan.

“Korban ditemukan oleh pengendara motor yang kebetulan sedang melintas. Saat akan ditolong untuk diantarkan pulang, korban tidak berkenan. Kemudian korban menelepon keluarganya. Sehingga keluarganya datang untuk menjemput dan membawa pulang,” jelasnya.

Tak lama sampai di rumah, korban langsung dibawa ke RS Agoes Djam Ketapang karena luka yang dialami cukup parah. Saat ini, kepolisian masih menyelidiki kasus yang mulai meresahkan warga Ketapang. Meski pelaku adalah orang tak dikenal, polisi sudah mengantongi ciri-ciri sepeda motor pelaku.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Kayong Utara, kabupaten tetangga. Motifnya hampir sama. Namun kejadian di Kayong Utara tidak terdapat pelecehan terhadap korbannya. Tetapi, pelaku hanya menendang pengendara yang melintas di jalan.

Bahkan kasus yang terjadi di Kayong Utara ini, korbannya juga perempuan yang sedang berkendara pada malam hari. Pelaku hanya menendang kendaraan dan meninggalkannya pergi tanpa merampas harta benda milik korban.

Baca : Guru Agama Melakukan Pelecehan Ke Belasan Anak di Palembang