Warga Amerika Kembali Berhamburan ke Pantai Setelah Lockdown di Cabut

Warga Amerika Kembali Berhamburan ke Pantai Setelah Lockdown di Cabut

LOS ANGELES – Warga Amerika Serikat berhamburan ke pantai Florida dan California pada Sabtu, 25 April, meski laporan kematian akibat virus corona di AS merupakan yang tertinggi di dunia.

Gelombang panas menjadi alasan warga berhamburan ke pantai.

Salon rambut dan toko-toko lain di Georgia, Oklahoma, dan beberapa negara bagian di AS juga kembali buka.

Data Universitas Johns Hopkins, 960.896 orang di AS telah terinfeksi virus corona, dan 54.265 meningal akibat COVID-19

Pantai Daytona, Volusia County membuka akses kepada warga dengan keterbasan fisik. Namun kegiatan berselancar, bersepeda atau berenang tetap dilarang. Namun menurut penduduk setempat, banyak warga yang melangar aturan menjaga jarak

“Saya tahu mereka memiliki peraturan dan batasan, tetapi orang-orang tidak mendengarkan,” kata John Overchuck, mengutip Channel News Asia, Mingu (26/4/2020).

“Aku berjalan di pantai 10 menit dan sudah penuh. Itu tidak seharusnya terjadi,” ujarnya.

Overchuck mengatakan dia takut kawasan pantai kembali ramai dengan wisatawan. Bahkan beberapa sudah memarkir mobil dan mendirikan tenda di pantai.

Gubernur California Gavin Newsom meminta mereka yang mengunjungi pantai untuk menaati aturan menjaga jarak.

Hal egois

Pencabutan aturan lockdown dilakukan untuk membangkitkan ekonomi AS yang menurun akibat dampak pandemic virus corona.

Namun Gubernur New York Andrew Cuomo menilai pencabutan aturan lockdown untuk layanan bisnis terlalu berisiko.

Sedangkan Gubernur Rhode Island Gina Raimondo memandang dicabutnya lockdown bukanlah tindakan yang tepat.

“Melangar aturan sosial distancing pada titik ini merupakan hal yang egois,” ujarnya.

Baca Juga : Kim Jong-un Dikabarkan Meninggal Dunia