Seorang Pria Pura Pura Mati Agar Bisa Pulang ke Rumah

Seorang Pria Pura Pura Mati Agar Bisa Pulang ke Rumah

Bersama dengan tiga orang yang ikut dalam aksinya, dia juga dibantu oleh sopir ambulans yang membuatkan catatan kematian palsu.

Beberapa waktu silam, sempat beredar beberapa video yang memperlihatkan bagaimana aparat hukum India memperlakukan warganya yang masih bersikeras untuk keluar rumah di tengah pandemi Covid-19.

Ketegasan yang mereka terapkan itu tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika orang-orang terus berinteraksi di ruang-ruang publik, gelombang penularan akan semakin sulit dihentikan.

Namun, meski aparat hukum sudah berusaha setegas mungkin untuk menjaga agar warga tetap di tempat kediaman masing-masing, bukan berarti semua warganya patuh akan penerapan lockdown di sana.

India mulai menerapkan lockdown di akhir bulan Maret. Bagi yang sudah tinggal di rumah masing-masing bersama keluarga, lockdown ini mungkin tidak menjadi masalah yang terlalu besar.

Namun, aturan itu cukup meresahkan bagi warga yang kebetulan sedang jauh dari rumah karena suatu urusan. Sepeti yang dialami oleh pria bernama Hakim Din (60) yang kebetulan sedang dirawat di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.

Dilansir dari Odditycentral.com (02/04/20), Hakim mengalami cedera kepala ringan sehingga dia dirawat di Rumah Sakit Jammu yang letaknya berjarak ratusan kilometer dari rumahnya di Kashmir.

Saat lockdown diberlakukan, dia terjebak di rumah sakit itu dan tidak bisa pulang. Melihat Hakim yang sudah lansia dan jauh dari keluarganya, seorang sopir ambulans mungkin merasa iba dan memberi saran kepadanya.

Hakim disarankan untuk berpura-pura meninggal dunia supaya dia bisa menyusup keluar dari rumah sakit. Hakim yang sudah sangat ingin pulang ke rumahnya pun menuruti saran tersebut.

Hakim, bersama dengan tiga orang lainnya yang sama-sama ingin pulang dan berpura-pura jadi mayat juga, dibantu oleh sopir ambulans tersebut. Sopir itu membuat laporan palsu yang menyatakan bahwa Hakim dan tiga orang lainnya sudah meninggal dunia.

Selama perjalanan dengan ambulans yang tentunya dikendarai oleh sopir yang membantu mereka, Hakim dan ketiga orang itu berbaring di balik kain putih sehingga mereka berhasil melewati beberapa pos pengamanan yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Namun, saat mereka sampai di pos pengamanan terakhir yang posisinya sudah sangat dekat dengan rumah mereka, ambulans diberhentikan dan “jenazah-jenazah” di dalamnya diperiksa oleh petugas yang berjaga di sana. Akhirnya, Hakim bersama ketiga orang lainnya pun tertangkap basah.

Hakim dan ketiga orang tersebut bisa dibilang sial karena kebetulan di pos pengamanan terakhir itu ada seorang polisi yang berpikir bahwa mungkin saja jenazah-jenazah di dalam ambulans tersebut sebenarnya orang-orang yang masih hidup dan hanya berpura-pura. Bersama dengan sopir ambulans yang membantu mereka, Hakim dan ketiga orang itu pun ditangkap dan dikarantina secara terpisah.

Baca Juga : 150 Anggota Kerajaan Saudi Arabia Positif Covid 19