Gelar Premier League Liverpool Musim Ini Bisa Gagal Karena Virus Corona

Gelar Premier League Liverpool Musim Ini Bisa Gagal Karena Virus Corona

LIVERPOOL – Kemunculan Virus Corona awal tahun ini telah memengaruhi segala aspek kehidupan. Tak terkecuali di olahraga sepakbola. Setelah sejumlah pertandingan di Asia dan Eropa ditunda, kini kompetisi Premier League Inggris musim ini berpotensi dihentikan.

Jika hal itu dilakukan otoritas Liga Inggris, maka Liverpool bisa gagal menjadi kampiun. Sebab gelar juara tidak bisa serta merta diberikan kepada The Reds, meski saat ini unggul 22 poin di puncak klasemen sementara.

Premier League sendiri akan memasuki pekan ke-28 atau tersisa 10 pekan untuk musim 2019/20 ini. Namun semakin merebaknya wabah virus Corona telah menimbulkan banyak kekhawatiran.

Ada kekhawatiran yang berkembang tentang virus yang menyebar pada tingkat yang mengkhawatirkan di seluruh dunia.

Sepak bola Inggris belum terpengaruh tetapi Newcastle sudah mengambil tindakan dengan menginstruksikan para pemain mereka untuk tidak berjabat tangan dalam pelatihan.

UEFA juga mengakui kebingungan dengan agenda Euro 2020 yang akan diselenggarakan di sejumlah kota di seluruh benua, musim panas ini.

Dan menurut Telegraph, tidak ada peraturan yang berlaku untuk skenario ‘memberikan’ gelar juara kepada pemuncak klasemen Liga Premier jika kompetisi dihentikan. Padahal Liverpool belum pernah merasakan gelar prestisius ini di era modern atau sejak 1990.

Itu juga berarti tiga klub terbawah mungkin lolos dari degradasi tergantung pada hasil pembicaraan pihak terkait dalam penanganan krisis ini.

Mengingat jutaan pound yang dipertaruhkan untuk tetap berada di divisi dan lolos ke Eropa, Liga Premier akan pusing tentang bagaimana menyelesaikan situasi ini.

Berbicara tentang krisis coronavirus menjelang perjalanan timnya ke Watford pada hari Sabtu, bos Liverpool Jurgen Klopp mengatakan: “Kami menganggapnya sangat serius tetapi kami tidak bisa menghindari semuanya. Ini bukan masalah sepak bola tapi masalah masyarakat.”

“Semoga orang yang lebih pintar menemukan jalannya. Untuk mendapat jawaban,” kata pelatih berkebangsaan Jerman itu.

“Kami belum diberi tahu bahwa kami tidak bisa bermain sehingga kami akan melakukannya. Kami menganggapnya serius tapi kami tidak gila dengan itu. Kami belum memberi tahu siapa pun untuk tidak berjabat tangan, tetapi kami tidak memaksa mereka untuk melakukan itu juga Kita tidak bisa berbuat lebih dari kita di sini,” pungkasnya.

Baca Juga : Virus Corona Belum Usai, Kini China Malah Terancam Serangan Kawanan Belalang dari Afrika