Foto Viral Anak Disabilitas Tinggal di Kandang Kambing

Foto Viral Anak Disabilitas Tinggal di Kandang Kambing

Foto sosok yang duduk dengan kepala menekuk ke bawah dengan latar belakang sebuah ruangan terkesan kumuh viral di media sosial. Gambar yang disertai keterangan bernada prihatin itu diunggah pada Minggu (10/5/2020). “Ini anak keterbelakangan mental dan hidup di bawah garis kemiskinan posisi tinggal DESA SEDO RT 06 RW 01 KEC KAB DEMAK JAWA TENGAH hidupnya tidak layak tinggal di KANDANG KAMBING.”tertulis dalam keterangan foto yang diunggah akun Facebook Sutikno Sutikno.

Foto tersebut menuai reaksi dari warganet dan memancing Dinas Sosial Kabupaten Demak untuk bergerak menyambangi lokasi yang disebutkan. Ternyata penyandang disabilitas dalam foto itu bernama Slamet. Dia sudah berusia 25 tahun. Slamet tinggal dengan neneknya, Tasiroh, yang sudah berusia lanjut. Mereka berdua sehari hari mengais bekas gilingan padi untuk dijual sebagai pakan ternak. Slamet dan Tasiroh tinggal bertahun-tahun di sepetak ruangan bekas kandang kerbau yang dipinjamkan oleh perangkat Desa Sedo.

Sekretaris Desa Sedo Kecamatan Demak Kabupaten Demak Agus Utomo mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari Slamet dan Tasiroh sudah terpenuhi baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan pemberian warga sekitar. Tempat tinggal mereka sebenarnya sudah dibuat beberapa petak dengan dinding separuh bata dan separuh tripleks. “Meskipun bekas kandang tetapi sudah dibuat secara fungsional. Sayang penghuninya tidak menjaga kebersihan,” ujar Agus kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2020).

Jika diperhatikan, memang tempat tinggal lansia dan disabilitas asal Demak tersebut terlihat sangat kumuh, banyak sampah berserakan di dalam. Pakaian kotor juga menggunung di samping tempat tidur. Ditambah lagi tercium aroma kotoran kambing yang dikandang tepat di belakang tempat tinggal mereka. Kasi Rehabilitasi Sosial Anak, Lansia dan Tuna Sosial Dinas Sosial Kabupaten Demak, Targunawan, mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait setelah mendapat laporan kondisi penyandang disabilitas tersebut.

“Dari hasil assessment, nantinya akan kita ketahui apa apa yang dibutuhkan oleh subjek sehingga kami bisa menindaklanjuti segera,” kata Targunawan. Selama proses assessment berlangsung bantuan untuk warga yang tinggal dalam bangunan bekas kandang itu, disebut Targunawan, sudah disalurkan.