Ditembak Mati, Reporter dan Juru Kamera Usai Liput Demonstrasi di Irak

Ditembak Mati, Reporter dan Juru Kamera Usai Liput Demonstrasi di Irak

BAGHDAD – Seorang reporter dan juru kamera ditembak mati oleh orang-orang bersenjata tak dikenal setelah melaporkan demonstrasi anti-pemerintah Irak.

Mengutip Daily Mail, Senin (13/1/2020) yang mengutip Kedutaan Besar AS di Baghdad, Ahmen Abdel Samad, koresponden untuk Dilja TV, dan juru kamera Safaa Ghali dibunuh di kota Basra.

Samad sebelumnya memposting sebuah video yang mengutuk tindakan brutal pasukan Irak saat menangani aksi demonstrasi pada Jumat pekan lalu.

Cuplikan di situs web Dilja TV menunjukkan Samad berada di kursi penumpang dengan luka tembak di sisi kanan kepalanya dan lubang peluru menembus pintu mobil. Samad meninggal di tempat kejadian, sementara Ghali kemudian meninggal di rumah sakit.

Kedutaan Besar AS untuk Irak mengecam keras pembunuhan kedua pewarta tersebut, dengan menyebut insiden tersebut, “menyedihkan dan pengecut.”

Milisi Irak, yang didukung Iran, dituduh membunuh sekitar 500 pengunjuk rasa sejak kerusuhan berlangsung, yang melukai sedikitnya 19.000 orang.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi, meminta Amerika Serikat menarik pasukan dari negaranya.

Namun Kementerian Luar Negeri AS menolak permintaan itu. AS mengatakan secaharusnya kedua belah pihak bertemu untuk membicarakan komitmen kemitraan mereka.

Ada sekitar 5.200 tentara AS di Irak yang membantu dan memberikan pelatihan kepada militer Irak untuk melawan Negara Islam atau IS (dulu ISIS).

Situasi di Irak juga meningkat imbas serangan pesawat tanpa awak AS yang menewaskan komandan pasukan khusus, Qassem Soleimani di bandara internasional Baghdad. Soleimani merupakan pemain kunci dalam operasi Iran di Timur Tengah termasuk di Irak.

Baca : Iran Ngaku Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Sipil Ukraina

Likes:
0 0
Views:
119
Article Categories:
Internasional