Berikut Mitos Mengenai Hubungan Intim Yang Perlu Kamu Tahu

Jakarta – Sebagai orang dewasa, berhubungan seks mungkin menjadi salah satu kebutuhan bersama pasangan. Memang ada banyak sekali manfaat berhubungan seks, seperti meredakan stres, meningkatkan kualitas tidur, serta menurunkan tekanan darah.

Mungkin kamu sering mendengar selentingan dan mitos seputar seks, yang sebenarnya tidak benar dan tidak terbukti. Simak artikel ini untuk mengetahui mitos dan fakta seks, agar kamu dan pasangan tidak salah paham.

Sebagian mitos seputar seks, boleh jadi berbahaya jika kita percayai. Misalnya, banyak remaja mungkin sering mendengar, bahwa berhubungan seks di kolam renang, tidak dapat memicu kehamilan. Padahal, sel sperma tetap dapat membuahi sel telur, yang menyebabkan kehamilan.

Agar tak salah langkah, ini dia 6 mitos dan fakta seks, yang perlu dipahami.

Mitos #1: Wanita tidak perawan jika selaput daranya robek

Ini merupakan isapan jempol belaka. Selaput dara yang robek pada seorang perempuan, tidak berkaitan dengan status keperawanannya. Bahkan ternyata, tidak semua wanita memiliki selaput dara sejak lahir.

Ada banyak faktor, yang menyebabkan selaput dara menjadi robek, seperti berolahraga dan bersepeda. Bahkan, selaput dara juga bisa robek sebagai akibat dari masturbasi.

Mitos #2: Tidak bisa hamil jika pasangan wanita sedang menstruasi

Mitos ini boleh jadi sering kita dengar, bahwa apabila berhubungan seks saat pasangan wanita sedang haid, maka ia tidak akan bisa hamil.

Ini juga merupakan sebuah mitos, karena kehamilan tetap dapat terjadi tergangtung berapa lama siklus menstruasi, walau kemungkinannya memang kecil.

Mitos #3: Masturbasi tidak memiliki manfaat

Kamu mungkin merasa malu, setelah melakukan masturbasi atau onani. Padahal, aktivitas seks solo ini sebenarnya memiliki dampak positif, jika tidak dilakukan dengan berlebihan. Masturbasi atau onani, boleh dilakukan oleh pria dan wanita, bahkan dalam masa kehamilan sekalipun.

Ada beberapa manfaat kesehatan onani, seperti mengurangi stres, memudahkan tidur, serta meningkatkan kepuasan seks.

Masturbasi juga membantu mengikis rasa nyeri, yang sering dirasakan oleh ibu hamil. Namun, pastikan bahwa kehamilan itu tidak tergolong sebagai kehamilan yang berisiko, ketika ingin melakukan masturbasi.

Mitos #4: Posisi seks wanita di atas membuatnya tidak bisa hamil

Faktanya, kehamilan tetap dapat terjadi, walaupun pasangan wanita berada di atas (woman on top), saat berhubungan seks. Sebab, sel sperma pria dapat melawan gravitasi, sehingga pembuahan tetap bisa terjadi.

Mitos #5: Berhubungan seks di air tidak bisa menyebabkan kehamilan

Jangan terkecoh dengan pernyataan di atas. Melakukan hubungan seks di dalam air, seperti kolam renang atau bath tub, tetap memungkinkan pasangan wanita untuk hamil.

Air sama sekali tidak dapat menghalangi sel sperma, untuk membuahi sel telur, saat sperma diejakulasikan ke vagina, sel sperma dapat mengejar sel telur untuk terjadi pembuahan..

Mitos #6: Seks di tempat berair tidak menularkan penyakit

Kamu tetap dapat tertular infeksi menular seksual (IMS), sekalipun berhubungan seks di dalam air. Selain itu, seks di tempat berair juga meningkatkan risiko infeksi jamur pada vagina, serta infeksi saluran kemih, pada wanita.

Tempat berair, seperti kolam renang, mengandung bakteri, garam, dan klorin yang dapat masuk ke vagina. Masuknya benda dan zat tersebut dapat memicu infeksi dan iritasi.

Berhubungan seks di air juga membuat pelicin alami dari vagina menjadi berkurang. Sehingga, dinding vagina pun dapat mengalami luka kecil.

Itulah beberapa mitos seputar seks, serta fakta yang sebenarnya. Jangan sampai memercayai mitos-mitos menyesatkan di atas, karena malah berbahaya untuk diri kita dan pasangan.

Selain itu, mengetahui mitos dan fakta seks di atas, dapat mencegah kehamilan yang mungkin tak diinginkan.

Baca Juga : Tips Buat Kamu Berhubungan Intim Bersama Pasanganmu, Bagus Siang Atau Malam ?

Likes:
0 0
Views:
120
Article Categories:
Tips