Wapres Jusuf Kalla Bela OTT Recehan KPK

0
186

Awal minggu lantas, dua photo jaksa yang mengangkat kertas bertuliskan tagar #OTTRecehan menyebar luas di sosial media. Hal semacam ini menyusul ditangkapnya Kepala Seksi III Intel Kejaksaan Tinggi Bengkulu Parlin Purba dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menyikapi hal itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menilainya, hasil OTT itu tidak dapat dikatakan sebagai recehan. Menurut dia, makin kecil jumlah uang sebagai tanda bukti dalam operasi jadi tunjukkan ada perkembangan.

” Itu hal yang bagus sesungguhnya, janganlah lupa bila OTT semakin kecil itu bagus, bermakna tak ada sekali lagi transaksi besar kan. Bermakna ada perkembangan sesungguhnya, ” tutur Jusuf Kalla, Rabu (21/6).

Diluar itu, Jusuf Kalla menyebutkan, trend OTT yang dikerjakan oleh KPK makin menarik karna mulai mengarah ke daerah. Berarti, beberapa petinggi negara di Jakarta telah mulai sadar serta menggerakkan ketentuan dengan baik.

Jusuf Kalla memiliki pendapat, pergeseran trend itu mungkin berlangsung karna pemerintah di daerah terasa jauh dari kontrol pusat. Hingga bisa leluasa lakukan apa pun tanpa ada cemas kalau gerak-geriknya diawasi oleh KPK.

” Janganlah lupa rekaman itu anda dapat telpon dimana saja, di Medan, Makasssar dapat direkam dari sini. Jadi, orang sangka juga akan direkam bila dekat-dekat, walau sebenarnya tidak kan. Jadi itu mesti hati-hati, ” kata Jusuf Kalla.

Terlebih dulu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti serta istrinya Lily Martiani Maddari. Untuk di ketahui, OTT itu cuma berselang 11 hari dari OTT pada Kasi Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba yang berlangsung pada 9 Juni 2017.