Video Pengakuan Mico Diancam dan Dipaksa Berikan Kesaksian Palsu Oleh KPK

0
160

Polisi sudah memeriksa Mico, keponakan Muhtar Ependy, terkait teror penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan pada video yang viral di media sosial yang dibuat oleh Mico.

Saat ditunjukkan video tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan video testimoni dari Mico itu yang dijadikan dasar pemeriksaan Mico.

“Iya itu (benar videonya),” kata Setyo di gedung PTIK, Jalan Tirtayasa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).

Dalam video berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, Mico menyebutkan nama lengkapnya adalah Mico Panji Tirtayasa. Mico meminta maaf kepada pamannya Muhtar Ependy karena ia memberikan keterangan palsu. Ia mengakui kesalahannya saat menjadi saksi terkait kasus Akil Mochtar.

“Nama saya Mico Panji Tirtayasa pada hari ini 1 April 2016, saya minta maaf kepada paman saya Drs Muhtar Ependy MS atas kejahatan saya menjadi saksi palsu dan saksi bohong di KPK,” ujar Mico dalam video.

Mico terlihat mengenakan jaket hitam dalam video itu. Dia lalu memperlihatkan sebuah kertas yang diklaim sebagai bukti transfer yang dikirim oleh pihak KPK.

Mico menuding KPK mengirim sejumlah uang kepadanya melalui rekening istrinya, Andriani Sabara. Mico juga menyebut alamat istrinya berada di Jalan Karang Tengah RT 02 RW 07, Desa Lamajang, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung.

“Ini semua adalah rekening khusus dibuat untuk menerima transfer dari pihak KPK maupun transfer dari Sarimuda Cs maupun Budi Cs untuk pembayaran kami bersaksi bohong di penyidik KPK maupun persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Mico.

Dia mengaku menyesal telah memberikan keterangan palsu. Menurutnya, keterangan palsunya itu menyebabkan Muhtar Ependy dan Akil Mochtar masuk penjara.

Dalam video itu, Mico juga mengaku diancam oleh 3 orang apabila tidak memberikan kesaksian palsu. Tiga orang yang disebut Mico adalah Novel Baswedan, Abraham Samad (mantan Ketua KPK) dan Bambang Widjojanto (mantan Wakil Ketua KPK).

“Bilamana pernyataan saya di kemudian hari ada masalah, saya siap mempertanggungjawabkan dan berkata sebenar-benarnya dan sejujurnya di hadapan penyidik maupun di hadapan siapa pun yang berkompeten di bidang hal ini. Agar tidak dikejar dosa besar dan mempenjarakan orang-orang tidak bersalah terutama paman saya pribadi yang membesarkan saya dari dulu hingga sekarang, terima kasih,” ujar Mico.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan penyelidikan yang mengarah ke Mico berawal dari rekaman video yang diunggah ke medsos.

“Saudara Mico ini begitu viral di medsos kemudian saya juga kontak dengan Pak ketua KPK. Pak ketua KPK meminta sama-sama Polri dan KPK melakukan pencarian. Dari Polri kemudian berhasil melakukan pengamanan terhadap saudara Mico ini. Sudah dilakukan pemeriksaan, klarifikasi terhadap yang bersangkutan dan saya kira isinya nanti disampaikan kadiv humas atau kabid humas PMJ detilnya,” terang Tito kepada wartawan di PTIK, Kebayoran Baru, Jaksel,Kamis (18/5).

Pemeriksaan terhadap Mico menurut Tito dilakukan berdasarkan keterangan Mico dalam video testimoni.

“Sudah diperiksa, diamankan dan dicek semua, apa yang dia sebutkan, bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan, atau keterangan palsu juga sudah dicek juga saksi-saksi, kemudian dokumen-dokumen, ada bukti transfer bank. Besok dari Dirkrimum Polda Metro Jaya akan melakukan paparan kepada ketua KPK, pimpinan KPK mengenai temuan ini,” terang Tito.