Ujaran Kebencian SARA dan Penistaan Agama, Kaesang Putra Jokowi Dilaporkan Polisi

0
156

Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, dilaporkan ke Polres Bekasi Kota. Laporan itu terkait video YouTube yang diunggah Kaesang perihal pawai obor anak-anak yang berteriak bunuh Ahok.

kami pada Selasa (4/7) malam mengonfirmasi ke Kapolres Bekasi Kota Kombes Hero Hendriarto soal laporan itu. Hero yang dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

“Benar,” terang Hero.

Hero tak merinci lebih lanjut soal laporan itu.

Namun dari surat laporan yang dilihat kumparan, pelapor bernama M Hidayat (53), pekerjaan swasta. Laporan dilakukan pada 2 Juli 2017 lalu atas dugaan penodaan agama terkait tayangan YouTube yang diunggah Kaesang pada 29 Mei 2017.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Istana atau juga Kaesang. Berikut video yang dimaksud pelapor:

Ini Kalimat dalam Vlog Kaesang yang Dilaporkan ke Polisi

Seorang pria berinisial MH melaporkan seorang bernama Kaesang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi. Kaesang yang dimaksud diduga adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang dituding melakukan penodaan agama serta menyebarkan ujaran kebencian melalui video yang diunggah ke akun Youtube.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimatKaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni ‘dasar ndeso’.

“Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, ‘ndeso’. Begitulah kira-kira,” ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017.

Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik itu, awalnya Kaesangmenyinggung soal ada oknum yang sukanya meminta-minta proyek pemerintah. Setelah itu, Kaesang juga menyinggung soal pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

“Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja…. (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak “bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga”).

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong”.

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

“(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,” ujar Iriawan.