Twitter Memaksa Pengguna Memfollow Akun Donald Trump

0
242

Setelah resmi menjabat sebagai Presiden Amerika, secara otomatis Donald Trump berhak menggunakan akun Twitter @POTUS yang merupakan kepanjangan dari President of the United States.

Bagi sebagian masyarakat Amerika atau bahkan dunia yang tidak menyukai Trump, tetap mengikuti akun @POTUS mungkin dirasa tidak ada gunanya lagi. Oleh sebab itu mereka memutuskan untuk mengunfollow akun tersebut.

Namun apa yang terjadi kemudian justru sangat tidak bisa di duga. Beberapa pengguna Twitter mengeluhkan bahwa mereka tidak bisa unfollow akun tersebut. Alhadil muncul lah pikiran jika Twitter bekerja sama dengan Trump.

Menanggapi kehebohan tersebut, pihak Twitter langsung membantah. Mereka menjelaskan hal itu bukan konspirasi antara Twitter dengan pemerintah AS, tapi hanya kesalahan yang diakibatkan oleh bug.

Atas kesalahan teknis tersebut, pihak twitter pun langsung meminta maaf pada para pengguna nya. Permintaan maaf disampaikan langsung oleh CEO Twitter, Jack Dorsey. Ie menegaskan akan menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin.

“Tidak ada konspirasi dari pihak Twitter dengan pemerintah AS. Kami menyadari masalah migrasi akun @POTUS dan sedang menyelidiki. Kami juga meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Permasalahan ini akan segera kami perbaiki.” ujar Jack Dorsey.