Tipu uang jemaah dengan modus sumbangan Alquran, ustaz di Aceh dicokok polisi

Seorang ustaz asal Medan, Sumatera Utara terpaksa ditahan polisi karena diduga telah menipu jamaah dengan modus mengumpulan sumbangan untuk beli Alquran yang disumbangkan untuk mualaf. Ustaz tersebut berinsial MS (28) dibekuk polisi saat sedang ceramah, Selasa (10/7).

Kasat Reskrim Polres Kota Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, yang bersangkutan diamankan oleh petugas ketika sedang memberi ceramah di Masjid Islamic Center Kota Lhoseumawe.

“Menurut laporan yang dibuat masyarakat, yang bersangkutan selaku penceramah meminta sumbangan kepada jemaah dengan tujuan untuk membeli Alquran yang nantinya akan diserahkan kepada para mualaf,” ujar Budi, Kamis (12/7).

MS ditangkap berdasarkan laporan korban kepada pihak kepolisian. Petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan yang bersangkutan.

Budi menjelaskan modus penipuan yang dilakukan pelaku. Pelaku selalu mengajak seluruh jemaah untuk menyumbang dana guna membeli quran yang disumbangkan untuk para mualaf usai memberikan ceramah. Ada yang langsung dikumpulkan di tempat atau dikirimkan ke rekening pribadinya.

Menurutnya, ada seorang jemaah sempat mengirimkan uang sejumlah Rp 600 ribu ke rekening pribadi ustad tersebut sekitar Senin (9/7) lalu. Korban yang curiga uangnya disalahgunakan, melapor kepada polisi.

“Pelapor merasa curiga dan banyak informasi yang menyatakan bahwa uang sumbangan itu digunakan untuk kebutuhan pribadi,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Pelaku mengaku sudah sejak 6 bulan terakhir melakukan ceramah dan meminta sumbangan tersebut. Modusnya sumbangan yang diserahkan jemaah itu diperuntukkan untuk membeli Alquran mualaf, ternyata dipergunkaan untuk kepentingan pribadi.

“Tersangka mengaku uang itu tidak dibeli Alquran seperti yang dijanjikan, melainkan digunakan untuk keperluan pribadi seperti berlibur ke Bali bersama keluarga, sebagian juga dilakukan untuk membayar uang liburan ke Singapura via transfer. Selain itu untuk bayar uang DP kredit mobil dan beli HP serta untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Budi.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, yaitu satu unit mobil Innova dan Avanza, satu unit telepon genggam, uang tunai Rp 9 juta, kamera, satu bundel blangko pra penyumbang dan ATM BRI.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe. Pelaku sedang menjalani pemeriksaan untuk pengembangan kasus dugaan penipuan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *