Ternyata, Sandiaga Uno Dukung Ahok Maju Lewat Jalur Independen

0
124

Wakil Gubernur Terpilih Dki Jakarta, Sandiaga Uno membagikan pengalaman-pengalaman lucunya ketika menjalani masa Pilkada DKI 2017. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut tak sungkan menceritakan pengalaman lucunya ketika didapuk menjadi pembicara dalam sebuah dialog terbuka tentang Ramadha di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Rabu, 7 Juni 2017 kemarin.

Pengalaman lucu pertama yang sempat dirasakan oleh Sandiaga Uno adalah ketika dirinya melalui kantor ikut menyetorkan KTP sebagai bentuk dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama untuk kembali maju dalam bursa calon gubernur DKI. Kala itu, Sandi bahkan sudah sempat mendapat sentilan untuk maju mendampingi Anies Baswedan.

Sempat disentil oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilkada DKI 2017, Sandiaga Uno mengaku tak percaya diri menghadapi kepopularitasan pasangan Ahok Djarot. Sandi bahkan menolak tawaran manis Prabowo. Ia bahkan sempat meyakini jika pasangan Ahok Djarot akan kembali memenangkan kursi pemerintahan Gubernur DKI Jakarta.

Namun berdasarkan beberapa kajian dan pertimbangan, akhirnya Sandiaga Uno memutuskan untuk menerima tawaran Prabowo dan maju mendampingi Anies Baswedan dalam Pilkada DKI 2017. Bahkan ia sudah menggandeng beberapa konsultan bisnis terkait keputusannya itu. Lalu mengapa harus konsultan bisnis?

Rupanya Sandiaga Uno memandang langkahnya untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 adalah sebagai upaya pemenuhan 3 kebutuhan masyarakat, yaitu pendidikan, lapangan kerja, dan biaya hidup. Tak pelak, cerita Sandi mengundang gelak tawa dari para pengunjung diskusi.

Pengalaman unik yang sempat dialami Sandiaga Uno juga ketika dirinya kerap berselisih paham dengan pasangannya, Anies Baswedan ketika memutuskan konsep isu yang disung dalam Pilkada. Kala itu, Anies mengusung isu korupsi, namun Sandi menolak dengan alasan stigma masyarakat Jakarta yang sudah menilai sosok Ahok yang bersih dari korupsi.

Meski kini Dirinya bersama Anies Baswedan sudah berhasil dinobatkan sebagai Gubernur Terpilih DKI Jakarta dan tengah menunggu pelantikan Oktiber mendatang, namun Sandi harus tetap bekerja keras memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap timnya. Beruntung, angka masyarakat yang belum bisa move on dari pemerintahan sebelumnya sudah menurun hingga mencapai angka kurang dari 15%.