Terkait Beredarnya Uang Rupiah Palsu di Sosmed, Ini Himbauan Bank Indonesia

0
238

Kabar adanya rupiah palsu yang diunggah di jejaring sosial Facebook dan membuat geger netizen, mendapat respon dari Bank Indonesia (BI). BI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati memilah informasi yang beredar terkait uang rupiah, terlebih yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Sehubungan dengan informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya pemalsuan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016, Bank Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini Bank Indonesia tidak menerima pengaduan masyarakat yang membawa bukti fisik uang TE 2016 yang diragukan keasliannya,” tulis keterangan Departemen komunikasi BI dilansir Detik, Rabu 5 April 2017. Pihak BI menjelaskan, uang TE 2016 telah dilengkapi penguatan unsur pengaman untuk menghindari upaya pemalsuan.

Bank sentral meyakini bahwa uang Rupiah TE 2016 telah memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali masyarakat dan sulit dipalsukan. Metode lama 3D (dilihat, diraba, diterawang) pun masih bisa digunakan sebagai cara mengecek keaslian uang kertas rupiah baru. Kendati begitu, baik metode 3D maupun metode lain seperti dengan sinar UV dan kaca pembesar untuk mengecek keaslian uang, memerlukan fisik uang kertas secara langsung dan tidak dapat dilakukan melalui foto atau gambar.

BI sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah, telah menyediakan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah yang dapat diakses secara bebas. Jika ditemukan indikasi adanya pemalsuan terhadap uang rupiah, BI mengimbau masyarakat untuk lapor ke kantor BI terdekat.