Sidang Isbat Awal Syawal 1438H 24 Juni 2017

0
133

Kementerian Agama lewat Ditjen Bimas Islam akan kembali mengadakan sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1438H. Sidang isbat ini akan digelar pada Sabtu, 24 Juni 2017. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin sidang isbat, dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin serta Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher.

Lewat mekanisme sidang isbat itu, Kemenag akan mengambil keputusan kapan kaum muslim Indonesia akan berhari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438H. “Sidang isbat awal Syawal akan dilakukan pada Sabtu, 24 Juni 2017M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta, ” kata Direktur Masalah Agama Islam serta Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin di Jakarta.

Menurut Muhmamad Thambrin, sidang isbat akan dihadiri beberapa Duta Besar Negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi serta Geofisika (BMKG), lembaga Penerbangan serta Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Infoormasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Tehnologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Petinggi Eselon I serta II Kementerian Agama ; serta Tim Hisab serta Rukyat Kementerian Agama.

“Sidang isbat adalah bentuk kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam serta lembaga terkait dalam mengambil keputusan awal bulan qamariyah, terlebih Ramadan, Syawal, serta Dzulhijjah, ” katanya.

Seperti isbat awal Ramadan lalu sistem sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, dengan diawali pemaparan dari Tim Hisab serta Rukyat Kementerian Agama mengenai tempat hilal mendekati awal Syawal 1438H. Mengenai sistem sidang isbatnya, dijadwalkan berjalan selepas salat Magrib sesudah ada laporan hasil rukyatul hilal dari tempat pemantauan. “Sidang isbat akan dipimpin segera oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ” katanya.

Mantan Kakanwil Kemenag Kalsel ini menyatakan  data hisab memberikan kalau ijtimak mendekati Syawal 1438H jatuh pada hari Sabtu, 24 Juni 2017M sekitar pukul 09.32 WIB, bertepatan dengan tanggal 29 Ramadan 1438H. “Pada waktu rukyat, ketinggian hilal di semua lokasi Indonesia diatas ufuk, sekitar 2 derajat hingga 4 derajat, ” katanya.

Muhammad Thambrin menyatakan Kementerian Agama juga akan menurunkan beberapa pemantau hilal Syawal 1438H di semua propinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama serta Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam dan lembaga terkait setempat.