Semua Pembayaran Penerimaan Negara Lewat Online di Tahun 2017

0
313

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI mulai menghentikan semua layanan pembayaran penerimaan negara secara tunai atau manual atau Model Penerimaan Negara Generasi 1 (MPN G1) pada akhir tahun ini. Selanjutnya per 1 Januari 2017 MPN G2 atau sistem pembayaran non tunai dengan sistem online mulai efektif diberlakukan.

Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sujadi didampingi Kasubag Umum Suwarto yang ditemui di sela-sela kegiatan refleksi hari anti korupsi, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut diikuti para pegawai KPPN serta sejumlah pimpinan satuan kerja (Satker) yang menerima bantuan keuangan dari pemerintah pusat.

“MPN G1 berakhir 31 Desember 2016 ini dan selanjutnya digantikan dengan MPN G2 yang efektif diberlakukan per 1 Januari 2017. Jadi semua pembayaran oleh wajib pajak tidak boleh secara tunai, tapi dengan sistem online,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan Sujadi, MPN G2 membuat pelayanan lebih cepat, akurat, real time, serta dipastikan menghindarkan dari upaya-upaya korupsi. Pasalnya, dengan sistem tersebut tidak ada lagi pembayaran secara tunai, tapi menggunakan ATM bank maupun internet banking.

Dijelaskan Sujadi, MPN G2 merupakan bagian dari pemberlakukan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang berbasis teknologi web, di mana semuanya menggunakan single data base.

KPPN Purworejo, sambungnya, juga telah memberlakukan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Dalam sistem ini, instansi yang menerima bantuan menggunakannya untuk mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada KPPN.

“Intinya semua pelayanan di KPPN menggunakan sistem online, di mana pembayaran tunai sudah tidak diperbolehkan untuk menghindari potensi-potensi korupsi,” paparnya.

Sementara itu, dalam refleksi hari anti korupsi tersebut, sejumlah acara digelar. Antara lain sosialisasi sistem online, pemutaran film anti korupsi, mendengarkan pidato Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta sambutan dari Kepala KPPN.