Sasa Darfika Penjual Nasi di Warung Tegal ini Cantiknya Menarik Perhatian Netizen

0
842

Pada akhir tahun 2014 hingga awal tahun 2015, media sosial sempat diramaikan kemunculan sosok Sasa Darfika  (23), penjual sekaligus anak pemilik warung tegal di Jalan Raya Parapatan, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Sasa menarik perhatian netizen lantaran parasnya yang cantik dan usianya masih muda.

Saat itu, dia baru berusia 21 tahun.

Penampilannya bak seorang model atau artis.

Bahkan, saat tak melayani pelanggan di warung, dia tampil modis, mirip dari kalangan borjuis.

Jauh dari kesan yang muncul selama ini jika penjual di warung tegal adalah wanita paruh baya berpenampilan lusuh.

Sebut saja tas dikenakannya merek Prada dan Gosh, parfumnya merek Calvin Klein.

Soal gadget, paptopnya merek Apple MacBook dan telepon genggamnya merek Apple iPhone.

Barang-barang bermerek premium tersebut diperoleh Sasa dari hasil jerih payahnya melayani pelanggan di warung milik orangtuanya yang buka sejak tahun 1993.

Selama Sasa melayani pelanggan, omzet warung melonjak hingga mencapai 30 persen pada awal tahun 2015.

Tiap hari, selama 24 jam, jumlah pelanggan bertambah hingga mencapai 300 orang.

Hal itu lantaran mereka dikabarkan tak hanya ingin menyantap berbagai menu makanan, namun juga ingin menatap wajah Sasa yang saat itu masih lajang.

Rupanya tak hanya pelanggan dan omzet bertambah, Sasa pun mendapat berkah lain ketika dirinya menjadi pusat perhatian.

Dua stasiun televisi mengundangnya ke Jakarta untuk menjadi narasumber talkshow berita gaya hidup.

Sasa pun terkejut lantaran dirinya yang saat itu berstatus mahasiswi perguruan tinggi kesehatan mendadak menjadi pesohor.

Namun, hampir dua tahun berlalu, kini popularitas Sasa sepertinya meredup.

Wanita kelahiran 20 Juli 1993 tersebut tak lagi menjadi buah pemberitaan media massa.

Apa kabar Sasa kini?

Ternyata Sasa kini sibuk menjadi seorang ibu.

Pada akhir tahun 2015, dia dipersunting lelaki pujaannya yang merupakan fotografer, Ahmad Sururi.

Dari pernikahan tersebut, lahir seorang putri.