Sampai Detik ini, Polisi Belum Bisa Ungkap Penyerang Novel Baswedan

0
165

Minim saksi waktu kejadian menjadi kendala bagi polisi dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut, waktu kejadian yang berlangsung pada dini hari menjadi kendala sendiri dalam mengungkap indentitas pelaku sadis tersebut.

“Itu kan jam lima sepuluh (05.10 WIB) masih gelap situasinya,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Minggu (23/4).

Selain itu, minimnya saksi yang melihat kejadian juga menjadi persoalan tersendiri. Meski ada saksi dari jamaah Masjid Al Ikhsan yang mengaku melihat pelaku tapi hingga saat ini belum bisa menjelaskan detail ciri-ciri pelaku karena hanya melihat sekilas.

“Kemudian kita perlu tanya saksi-saksi di situ satu-satu kita tanya mulai dari pedagang sayuran Satpam yang jaga d isitu. Ada yang melihat yang ikut sembahyang, tapi nggak tau siapa karena naik motor, pakai helm, jaket hitam, serba hitam,” ujar Argo.

Polisi masih terus mendalami keterangan dari 15 saksi, tetapi motif dan dugaan tersangka dari kasus ini masih kabur.

Tak hanya itu, dari tiga Closed Circuit Television (CCTV) yang diamankan Polisi kondisinya tidak semua baik. “Ada yang kosong, ada yang tidak merekam,” papar Argo.

Kendati demikian, Argo menegaskan jika kepolisian  akan terus bekerja dengan maksimal dan profesional dalam mengungkap kasus ini berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi.

“Terpenting kami melakukan tugas serius, profesional, pakai alat bukti, gak asal tangkep,” jelasnya.

Hampir dua pekan lalu, persisnya  Selasa  (11/4/2017) dini hari, saat hendak menuju kediamannya usai menunaikan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Novel disiram air keras oleh dua orang pria yang mengendarai sepeda motor.

Akibatnya, sebagian wajah Novel melepuh. Semula ia dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, namun karena luka yang serius pada kedua matanya lantas dirujuk ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Jakarta Pusat. Atas permintaan keluarga perawatan Novel kemudian dilanjutkan ke Singapore General Hospital, sebuah rumah sakit umum milik pemerintah Singapura.