Ricuh dan Bentrokan Antar Suporter Sepak Bola Indonesia Bikin DPR Prihatin

0
155

Anggota Komisi X DPR RI Esti Wijayati menyatakan prihatin terjadinya bentrokan antarsuporter usai laga Persiba Bantul versus Persis Solo di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogakarta, Ahad (7/5) sore.

“Kasus suporter ini bukan kasus yang pertama kali. Maka, kita berharap betul kawan-kawan yang koordinasi suporter ini yang kemudian juga kita libatkan untuk bisa mengambil peran,” kata Esti di Kabupaten Bantul, Kamis (11/5).

Menurut dia, pihak yang mengoordinasi suporter seharusnya punya peran supaya mereka memahami bahwa sepak bola adalah “event” yang sangat diharapkan dan dinanti-nanti serta ditunggu-tunggu masyarakat untuk ditonton.

“Pertandingan sepak bola akan berjalan dengan baik kalau didukung oleh banyak pihak, termasuk dalam hal ini suporter sendiri yang mungkin harus membenahi bagaimana pola koordinasinya,” katanya.

Apalagi, kata dia, yang harus dipahami kalau sekarang ini menjadi awal bangkitnya kembali persepakbolaan Tanah Air. “Artinya dari sisi momentum, ini momentum yang baik kita bicara ingin meningkatkan prestasi olahraga sepak bola,” katanya.

Esti juga pernah menerima kritikan dari masyarakat yang menyesalkan terjadinya kekerasan yang ada kaitannya dengan pertandingan sepak bola sehingga memang pihak terkait, termasuk suporter, perlu diberikan pemahaman budi pekerti yang baik.

“Ada pesan khusus yang perlu disampaikan tidak hanya untuk suporter, tetapi dikaitkan dengan kegiatan diberikan lebih kuat lagi soal penanaman budi pekerti yang terkandung dalam nilai Pancasila. Ini tugas kita semua tidak hanya pendidian formal saja,” katanya.

Ia juga menilai Yogyakarta yang merupakan kota pelajar. Namun, tidak jarang terjadi kekerasan, misalnya tawuran dan fenomena “klitih” kenakalan remaja di jalanan perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Jogya dengan tawurannya dengan ‘klitih’-nya merupajan PR besar yang tidak bisa dianggap sepele. Ini perlu didiskusikan untuk memunculkan rekomendasi yang menjadi bagian dari upaya pembenahan kondisi di Yogyakarta,” katanya.

Adapun dalam bentrok antarsuporter itu, Kepolisian Resor (Polres) Gunung Kidul DIY mengamankan 23 orang. Selain terlibat melakukan penyerangan suporter, mereka juga melawan aparat kepolisian.