Rakyat Lelah Melihat Drama Tokoh Politik Indonesia

0
285

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan menyayangkan kicauan mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sepertinya menyudutkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Apalagi saat ini rakyat sudah lelah melihat akrobat para tokoh politik yang cenderung tidak terkontrol hingga membuat situasi politik tidak menentu dan panas.

Menurut Arteria, kicauan SBY di media sosial sangat membingungkan rakyat. Dia meminta para tokoh untuk menahan diri dan tidak membuat pernyataan yang justru  membuat panas situasi dan kondisi. Karena rakyat juga akan terpengaruh.

“Pak SBY itu tokoh bangsa, ketua umum parpol, Presiden RI ke VI, punya massa. Kalau beliau serukan semangat persatuan pastinya massa dan pendukung beliau akan patuh dan negara akan terbantu. Sebaliknya kalau membuat ciutan seperti itu maka membuat persepsi rakyat macam-macam,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPR mengatakan, para tokoh harusnya bisa meniru negara tetangga. Karena para tokohnya membuat pernyataan sejuk sehingga bisa membangun baik manusia dan infrastrukturnya dengan penuh peradaban. Sementara di Indonesia saat ini masih sibuk sendiri dengan urusan kekuasaan. Akibatnya Indonesia bukan hanya jalan di tempat tapi malah mundur ke belakang darj sisi peradaban.

Lebih lanjut Arteria mengatakan, hendaknya semua pihak saat berkomentar melihat dengan perspektif ke Indonesiaan. “Saya menghimbau untuk semua pihak terlebih tokoh bangsa siapapun orangnya untuk merapatkan barisan, bahu membahu menjaga keutuhan NKRI,” jelasnya.

Seperti diketahui dalam akun Twitter-nya SBY berkomentar menyikapi situasi nasional. SBY mengaku bingung dengan situasi bangsa saat ini di mana adanya pembuat fitnah dan berita bohong. Menurutnya, kondisi bangsa yang terjadi saat ini akan merugikan masyarakat Indonesia.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar Hoax berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?” tulis SBY dalam akun twitternya yang disertai tanda *SBY*.