Presiden Jokowi Putuskan Tetap Berlakukan Ujian Nasional

0
180

Presiden Joko Widodo hari ini menggelar rapat terbatas membahas usulan penghapusan sistem Ujian Nasional (UN). Dalam rapat, Jokowi memutuskan untuk tetap memberlakukan sistem UN dengan beberapa catatan.

“Presiden telah memutuskan hal yang berkaitan dengan ujian nasional. Ujian nasional tetap diadakan, dijalankan dengan berbagai penyempurnaan perbaikan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Pramono mengatakan, sistem UN yang ada saat ini diperbaiki. Peningkatan kualitas guru yang sudah disertifikasi menjadi salah satu catatan pembenahan prioritas.

“Tentunya perlu dilakukan dari waktu ke waktu untuk ditingkatkan kemampuannya. Dengan demikian akan ada evaluasi terkait kinerja guru,” kata Pramono.

Dengan begitu, lanjut Pramono, diharapkan sistem UN bisa menjadi alat pendukung kemajuan siswa.

“Dengan demikian, harapannya ujian nasional ini bisa menjadi benchmarking untuk kemajuan para siswa kita di kemudian hari,” katanya.

Pramono juga menjelaskan, untuk ujian sekolah, akan ada kisi-kisi nasional. “Selain UN 4 mata pelajaran yang sudah diputuskan, ujian sekolah akan ada kisi-kisi sekolah secara nasional terhadap mata pelajaran,” jelas Pramono.

Saat ditanya sistem UN yang akan tetap menjadi alat penentu kelulusan, Pramono menjawab singkat. “Yang saat ini berlaku, tetap diberlakukan,” ujarnya.