Presiden Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Penyerangan Novel Baswedan

0
121

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) mengimbau kepada presiden untuk membuat satuan gabungan terkait kasus yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan guna mengusut perkara ini sampai tuntas.

“Pengusutan kasus ini tidak boleh berhenti, tapi harus diusut sampai ketahuan siapa pelakunya,” ungkap Nur Cholis, perwakilan KMS saat memberikan keterangannya di gedung KPK

Menurutnyam kasus ini tidak lah berdiri sendiri, melainkan adanya hubungan dengan kasus besar yang sedang ditangani Novel. “Serangan ini sekan menghambat kasus yang sdenag diusut KPK,” tambah Nur Cholis.

Apalagi kasus ini sudah terencana sebelumnya, karena pelaku sudah mengetahui aktivitas yang dilakukan sehari-hari oleh Novel. Dimana, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan masyarakat sipil ini juga akan meminimalisir unsur intimidasi secara sistemik kepada penyidik KPK.

“Tim gabungan ini bisa saling mengawasi dan mengontrol,” ungkap perwakilan KMS yang lainnya Bambang Widjojanto. Dengan begitu, ia mengharapkan Presiden Jokowi untuk membentuk satuan gabungan ini agar peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel dapat diusut tuntas.

“Kalau ini tidak diusut tuntas maka, negeri ini telah sepakat dengan korupsi. Maka kejahatan korupsi telah mengepung negeri ini dan selamat datang di dunia kegelapan,” tutup mantan pimpinan KPK itu.