Polri Belum Akan Panggil Megawati Terkait Kasus Penistaan Agama

0
215

Terkait laporan kasus penodaan agama dengan terlapor Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Bareskrim Polri belum berencana memanggil Megawati.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, menjelaskan alasan belum adanya pemanggilan Megawati. Menurut Boy, kasus penodaan agama yang dilaporkan Baharuzaman masih pada tahap penyelidikan.

“Belum ada, belum (pemangilan Mega),” kata Boy di Bareskrim, Sabtu (28/1/2017).

Ia menjelaskan, dalam proses penyelidikan, penyelidik harus mengumpulkan bukti permulaan yang cukup untuk menyimpulkan peristiwa yang dilaporkan itu bagian dari pidana atau tidak.

“Kalau alat bukti enggak ada, nanti akan ada penyampaian dari penyelidik,” ujarnya.

Boy menampik kecurigaan pihak luar bahwa penanganan kasus tersebut bakal mendapatkan intervensi mengingat Megawati Soekarnoputri selaku terlapor adalah pimpinan parpol pengusung pemerintahan Jokowi-JK.

“Semua didasarkan fakta hukum saja,” kata Boy.

Sementara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, penyelidikan kasus penodaan agama yang dituduhkan kepada Megawati akan dihentikan jika tidak ditemukan unsur pidana dari peristiwa yang dilaporkan.

“Ini kan baru lidik. Ingat ya, bukan sidik. Lidik itu menentukan peristiwa pidana atau bukan. Kalau diduga ada pidana naik ke sidik untuk tentukan tersangka,” ujar Tito.

“Kalau di dalam lidik hasilnya bukan pidana, maka dihentikan lidiknya,” sambungnya.

Diberitakan, Baharuzaman yang mengaku Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama, melaporkan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, ke Bareskrim Polri pada 23 Januari 2017.

Megawati dipolisikan atas dugaan penodaan agama terkait pidatonya dalam perayaan HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC Jakarta pada 10 Januari 2017.