Polisi Kafir Jadi Alasan Aksi Serangan Teror di Polda Sumut

0
161

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menduga pelaku penyerangan Mapolda Sumatera Utara sengaja menyerang anggota polis. Sebab, polisi dianggap kafir yang membatasi ruang gerak teroris.

“Sekali lagi saya sampaikan kenapa polisi karena polisi dianggap sebagai kafir. (Polisi adalah) Kafir yang menyerang mereka jadi harus diprioritaskan,” ungkap Tito di Istana Negara, Jakarta, Minggu (25/6)

Tito menegaskan penyerangan ini terjadi saat anggota polisi tidur. Atas penyerangan tersebut, satu anggota polisi Aiptu M Sigalinging tewas di tempat.

“Kemungkinan sebagian besar (anggota Polri) sedang tidur,” katanya.

Tito menceritakan, aksi penyerangan terhadap anggota polisi ini disaksikan langsung oleh temannya. Namun, temannya tidak bisa melakukan perlawanan lantaran tidak memiliki senjata.

“Karena dia (teman Aiptu M Sigalinging) enggak bawa senjata jadi dia teriak. Di situ ada penjaga Brimob, Brimob langsung melakukan tembakan kepada yang bersangkutan dua orang (pelaku) ini,” jelas Tito.

Disinyalir, pelaku adalah bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka diduga sisa dari kelompok yang diamankan polri dua pekan lalu di Sumatera.

“Ini memang kita sudah mensinyalir ada sel dari kelompok JAD yang punya intel dan punya niat untuk melakukan serangan di sana,” jelas Tito.

Jenderal Bintang empat ini memastikan, dua pelaku sudah berhasil dilumpuhkan. Satu pelaku meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka-luka. “Sekarang kita lagi kembangkan,” pungkasnya.