Pilkada DKI, Agus Dipilih karena Tegas, Ahok Kerja Nyata, Anies Ramah

0
478

Hasil survei Charta Politika mengungkap sejumlah alasan kenapa warga memilih calon tertentu. Misalnya saja calon gubernur nomor urut 1, Agus Yudhoyono, yang dipilih karena dianggap tegas. 

Sebanyak 23% responden memilih Agus karena dianggap tegas, 19,4% menganggap Agus ganteng, dan 11,1% menganggap Agus berwibawa. 

“Ini khas calon pemimpin dari sosok militer,” kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya, di kantornya Jl Cisanggiri III, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Sementara itu calon nomor urut 2, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dipilih lebih karena prestasinya saat memimpin DKI Jakarta. Ahok dipilih karena kerja nyata sebesar 34%, tegas 23,6%, dan bagus 6,1%.

“Masyarakat mengaku puas dengan kinerja Pemprov DKI. Dengan tingkat sangat puas 9,3%, cukup puas dengan 54%, kurang puas 28,5%, tidak puas sama sekali 5,5%, dan tidak tahu 2,7%,” ujar Yunarto.

Sedangkan, Anies Baswedan dipilih karena sikapnya. Anies dianggap sebagai calon yang ramah dan tegas.

“Pemilih Anies menilai, Anies sebagai sosok yang ramah sebesar 18,4%, baik dan tegas sebesar 13,8%, dan pintar sebanyak 11,7%,” kata Yunarto.

Lembaga Charta Politika merilis survei elektabilitas tiga pasangan di Pilgub DKI 2017. Elektabilitas pasangan Agus-Sylvi tercatat paling tinggi dan hanya beda tipis dari pasangan Ahok-Djarot. 

“Responden ditanya, bila Pilkada dilakukan hari ini, maka pasangan Agus-Sylvi menang dengan 29,5%, disusul Ahok-Djarot dengan 28,9% dan Anies-Sandi dengan 26,7 %. Sedangkan yang tidak menjawab sebesar 14,9 %,” ujar Yunarto.

Survei ini dilakukan pada 17-24 November 2016 atau setelah Ahok berstatus sebagai tersangka. Jumlah sampel sebanyak 733 dari 800 yang direncanakan. Metode acak bertingkat dengan margin eror 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.