Pidato PM Malaysia Sindir Indonesia Terlalu Sibuk Urus Ahok Daripada Bela Muslim Rohingnya

0
417

Pidato Perdana MenteriMalaysia, Datuk Sri Najib Tun Abdul Razak saat menghadiri Perhimpunan Solidaritas Umat untuk Rohingnya di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur 4 Desember lalu menjadi viral di media sosial Indonesia sampai Kamis (8/12/2016) sore.

Sebuah unggahan video yang ditayangkan akun Youtube “Berita Tren” yang awalnya bersumber dari TV1 Malaysia sampai saat ini ditonton 566 ribu kali oleh netizen dan menjadi video keenam yang paling populer di Indonesia.

Judul video yang diunggah akun tersebut yakni “HEBOH !! Perdana Mentri MALAYSIA MARAH MARAH, Ajak PRESIDEN Jokowi Selamatkan ISLAM R*H*NGY*” yang diunggah pada 6 Desember lalu.

Dalam pidato 16.11 menit tersebut ada beberapa detik Tun Abdul Razak membahas soal Indonesia yang tengah heboh soal dugaan penistaan Al-Quran yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama aliasAhok.

Tun Abdul Razak pada inti pidatio menggebu-gebu menyerukan rakyat Malaysia dan negara ASEAN untuk membantu warga Rohingnya yang terlunta-lunta di Myanmar.

Tepat di detik ke 9:02 dia mulai meminta Presiden Indonesia Joko Widodo untuk menggerakkan rakyatnya juga membantu wargaRohingya

“Saya pun nak minta presiden jokowi, minta rakyat Indonesia berhimpun. Jangan protes ahok saja. Ahok ahok lah,” ucap Tun Abdul Razak.

Saat ini terdengar gelak tawa dari beberapa peserta yang hadir di Stadium Titiwangsa tersebut.

“Rohingnya mesti diperjuangkan di Indoneisa. mereka boleh berhimpun di jakarta, himpun! Kita nak tunjuk, bahwa kita dalam ASEAN ini kita tak ridho,” lanjutnya

Video ini mendapatkan 3.666 like dan 1.355 dislike dari netizen.

Beberapa komentar pun tertaut dalam video tersebut, seperti dari pengguna Youtube Adzkia Syofie 1988.

“Tapi kenapa saat Rohingya hendak berlandas d malaysia malah tak d terima,kenapa malah d tolak. Sampai akhir’a kamilah warga indonesia pasti’a warga aceh yg menyelamatkan mereka muslim rohingya. Alhamdulillah Allah Jalla jalaluh memberkahi bangsa kami Indonesia.,” tulis akun tersebut.

“Sebagai serumpun tak salah pon saling mengingatkan.dan saya pon setuju pendapat datok..” tulis akun lainnya Melayu Indonesia.