Petinggi FPI Lolos Seleksi Komisioner Komnas HAM Jadi Heboh di Media Massa

0
128

Ketua FPI Cabang Semarang, Zainal Abidin Petir lolos seleksi tahap pertama sebagai calon komisioner Komnas HAM. Pemberitaan terkait hal tersebut menjadi heboh di media massa.

Menurut Zainal Petir, dirinya mengetahui ada pihak lain yang tidak setuju dengan langkah dia mengikuti seleksi untuk menjadi Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan bahkan sudah lolos tahap pertama.

Zainal mengatakan duduk menjadi pejabat publik merupakan hak warga negara dan dijamin undang-undang HAM.

Zainal membantah ikut seleksi Komisioner Komnas HAM tidak terkait dengan kasus Habib Rizieq.

“Saya daftar Komnas HAM atas nama pribadi tidak ada kaitannya dengan kasus Habib Rizieq. Proses seleksi masih panjang. Apa karena saya petinggi FPI bisa langsung otomatis lolos? Kan tidak. Masih banyak tahapan-tahapan seleksinya. Adanya penolakan dan keinginan pembatalan atas saya ikut seleksi, menurut saya mereka tidak mengerti tentang HAM. Saya menjalankan hak dasar HAM,” ujarnya, Rabu (17/5/2017).

Zainal mengatakan jika ia memiliki misi luhur yakni pendampingan terhadap masyarakat marjinal.

“Saya sebagai penasehat PKL (Pedagang Kaki Lima) di Kota Semarang dan saya sebagai wakil ketua APSI Jawa Tengah. Para pedagang itu rentan sekali dengan persoalan HAM. Saya ingin masyarakat marjinal mendapatkan haknya secara layak dan pemerintah mau memfasilitasi hak-hak mereka. Dari pengalaman itu saya tertarik ikut seleksi. Tidak ada kaitan dengan habib,” ujarnya.

Komisioner Komnas HAM, kata Zainal, harus independen. “Ketika masuk Komnas HAM itu harus netral. Kalau tidak netral maka melanggar kode etik,” ujarnya.

Terkait FPI yang anti-Pancasila, Zainal membantahnya.

Menurutnya jika FPI anti-Pancasila sudah sejak dulu dibubarkan pemerintah.

“FPI tidak suka terhadap orang-orang mabuk, tidak suka perjudian, memberantas kemaksiatan. Apa itu tidak Pancasiais? FPI membuat kajian Islam agar orang-orang Islam menjalankan agamanya secara kaffah (sempurna), secara utuh. Kalau sudah salat tapi senang menggunjing orang, itu belum kaffah. Apa itu tidak Pancasiais?. Saya malah dibully di medsos. Saya merasa dipojokkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ormas Garda Nasional Patriot Indonesia (Ganaspati) melayangkan surat penolakan petinggi Front Pembela Islam (FPI) yang lolos seleksi tahap pertama Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Zainal Petir.

Masuknya Zainal Petir dalam seleksi, menurut Ganaspati,  dikhawatirkan ada syarat kepentingan dengan kasus Imam Besar FPI, Habib Rizieq.

Ketua Mumum Ormas Ganaspati Se-Indonesia, Ratya Mardika Tata Koesoema mengatakan telah mengirimkan surat penolakan Zainal Petir sebagai calon komisioner Komnas HAM.

“Kami sudah kirim surat penolakan Zainal Petir. Alasan kami karena Zainal Petir merupakan anggota dan Ketua FPI Cabang Semarang yang keberadaannya sudah ditolak di berbagai daerah termasuk di Semarang,” ujarnya, Rabu (17/5/2017).