Pemindahan Ibu Kota Negara Hanya Untuk Kepentingan Politik?

0
210

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut wacana pemindahan ibu kota negara beraroma politis. Apa lagi, jika keputusan rencana pemindahannya dilakukan sebelum Pilpres 2019.

“Maka akan lebih kental aroma politisnya. Bisa saja pemindahan ibu kota beririsan dengan kepentingan politik. Konflik interest pasti kental,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (14/4).

Jika disederhanakan, lanjut Pangi, pemindahan ibu kota ada kecenderungan jadi  komoditas politik. Ada insentif elektoral yang diperoleh  ketika rencana pemindahan ibu kota diumumkan menjelang pilpres 2019. “Momentum dan sentuhan itu akan dijadikan presiden sebagai suntikan elektoralnya,” tutur dia.

Memang, semua bergantung pada kajian Bappenas. Namun Pangi menduga,  Bappenas dan presiden sudah main mata.

Kata dia, Bappenas pasti bakal pasang badan dan memberanikan pemindahan ibu kota setelah mendapat kepastian dan sinyal dari presiden. “Semua risiko siap mereka tanggung demi kepentingan pilpres 2019,” pungkas Pangi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewacanakan ibu kota pindah ke Palangkaraya. Sejumlah kementerian pun saat ini diminta untuk melakukan kajian. Salah satunya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.