Pemilih Perlu Lihat Latar Belakang Cagub-Cawagub DKI

0
263

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta semakin dekat. Oleh karena, pemilih diharapkan bisa melihat latar belakaag calon gubernur dan wakil gubernur DKI yang saat ini tengah bertarung.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, calon yang diinginkan dapat memimpin Jakarta harus bisa memberikan solusi berbagai masalah yang ada di Jakarta. Hal itu dapat dilihat dari visi dan misi serta program diusung setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

“Tentu pemimpin yang dapat menyelesaikan (masalah di Jakarta). Cuma kan kalau bicara menyelesaikan harus dilihat visi-misinya. Ya tentu dalam visi-misi tentu bisa menjawab itu semua,” katanya.

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), track record setiap pasangan calon pun perlu menjadi bahan pertimbangan bagi warga sebelum menentukan pilihannya.

“Oleh karena itu mungkin selain membaca visi misi siapa yang paling relevan, rasional, yang paling masuk akal menjawab tantangan (persoalan Jakarta) itu tentu perlu melihat track record masing-masing kandidiat ini,” paparnya.

“Apakah track record mereka menunjang visi dan misi itu. Terkait dengan kinerja, kejujuran, transparansi dan partisipasi. Saya pikir modal-modal itu lah yang korelasi antar track record itu, apa yang menjadi acuan bagi pemilih untuk menetapkan apakah mereka memilih pasangan cagub satu dua atau tiga,” tambahnya.

Ray mengingatkan masyarakat jangan tergiur dengan visi dan misi paslon. Pasalnya itu bisa saja menjadi trik mereka untuk menarik suara di pemilihan 15 Februari 2017. Pemilih harus bisa lebih aktif mencari tahu latar belakang dari setiap paslon sebelum memutuskan.

“Jadi jangan hanya lihat visi misinya. Kalau cuma itu yang dilihat yah hampir bisa disebut bagus-bagus. Tapi dilihat track record-nya juga. Dengan visi dan misi seperti ini apakah masuk akal atau tidak atau kah visi misi seperti ini bisa dipercaya oleh paslon itu,” jelasnya.

Selain itu melihat dinamika politik DKI Jakarta saat ini, Ray mengaku kecewa pasalnya setiap paslon saat ini hanya berfokus pada satu isu yaitu penistaan agama.

Ia pun menyebutkan bahwa sebaiknya paslon nomor urut satu, dua atau pun tiga dapat memberikan sesuatu yang bagus bagi masyarakat. Seperti perdebatan antar visi dan misi, sehingga setiap pemilih dapat memikirkan rencana siapa yang dapat menjadi solusi personal di Ibu Kota.

“Di sini lah salah satunya yang membuat kecewa pada pelaksanaan Pilgub DKI kali ini. Karena tidak mencuatnya perdebatan-perdebatan terkait visi dan misi ini. Yang adalah persoalan agama. Nah itu lah yang kira-kira saya pikir sangat disayangkan. Tapi masih ada waktu satu bulan ke depan, mudah-mudahan bisa dioptimalkan betul. Dari warga DKI Jakarta maupun setiap paslon,” tutupnya.