Pejabat MUI ke Israel, Penghinaan Kepada Bung Karno?

0
296

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku belum mengetahui secara persis mengenai kunjungan Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Istibsyaroh menemui Presiden Israel Reuven Rivlin di Tel Aviv. Namun, Fahri mengatakan, negara Zionis itu memiliki lobi mempengaruhi yang kuat.

Oleh sebab itu, Fahri menegaskan seharusnya Indonesia bangga karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Siapa pun tokoh atau pejabat yang menyambangi Israel merupakan penghinaan terhadap pendiri bangsa dan amanat pembukaan UUD 1945.

“Yang perlu disadari oleh tokoh terutama ya, sadarilah bahwa kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel karena itu menunjukkan dan membanggakan. Apalagi kunjungan ke Israel itu sama dengan menghina pendiri bangsa, menghina Bung Karno, menghina amanat pembukaan UUD,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

Fahri menyayangkan apabila ada tokoh yang jelas-jelas bertemu dengan pemerintah di Israel. Dia mengatakan sampai saat ini Indonesia tidak mengakui keberadaan Israel karena menjajah Palestina.

“Ada orang alasan ziarah ke Palestina ke Al-Aqsa dan sebagainya. Kalau orang sebagai turis itu diam saja dan tidak bertemu pejabat. Tapi ini kalau bertemu pejabat dan sebagainya, itu niat mau mengakui negara yang tidak kita akui,” ujar politikus PKS tersebut.

“Jadi itu yang harus disadari, apalagi kalau dia adalah anggota Majelis Ulama, itu sangat disayangkan karena ini prinsipiil sekali, apalagi dengan begitu banyak fatwa ulama di dunia ini untuk tidak menerima (Israel),” sambung Fahri.

Fahri menegaskan boleh saja warga sipil berkunjung ke Israel. Tetapi dia melarang pejabat atau pemilik kepentingan mengunjungi Israel.

“Kalau orang sipil, silakan saja, artinya dia nggak ikut fatwa ulama. Tapi, kalau dia tokoh, apalagi pejabat negara, janganlah petantang-petenteng bertemu pejabat setempat. Paspor dicap sudah nggak enak, apalagi bertemu otoritas resmi. Artinya, kita nggak baca UU. Artinya, cukup disayangkanlah,” jelas Fahri.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendengar keterangan Istibsyaroh. Dari pengakuan tersebut, ia mengungkapkan tidak mengetahui akan ada pertemuan dengan Presiden Israel Reuven Rivlin.

“Jadi kami juga baru minta pendapatnya (Istibsyaroh). Ibu Istibsyaroh tidak tahu akan ada pertemuan dengan Presiden Israel. Dia diajak ada rombongan, ada beberapa nama. Termasuk adiknya yang mengajak ke Israel,” ujar Bendahara Umum MUI Prof DR Amany Lubis