Panas Perseteruan Fahri Hamzah Dengan PKS yang Tiada Titik Akhir

0
209

Sama-sama sindir pada anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Fahri Hamzah selalu memanaskan konflik yang berlangsung pasca Fahri dipecat partai itu.

Paling akhir, Fahri kembali melemparkan kritik pedasnya pada kepemimpinan Sohibul Iman yang sudah memecatnya dari PKS.

Fahri yang baru berkunjung ke konstituennya di daerah penentuan (dapil) mengakui memperoleh masukan dari orang-orang masalah PKS, termasuk juga hari esok dianya di partai berlambang padi serta bln. sabit kembar itu.

Fahri juga menilainya pimpinan PKS sekarang ini tidak dapat membawa partai itu semakin maju. Ia mencontohkan insiden dapil pada sidang paripurna yang di pimpinnya. Menurut dia, WO baru masuk akal dikerjakan bila fraksi tidak sepakat pada satu ketentuan politik.

” Ini WO karna berasumsi saya tidak legitimate. Bagaimana, orang telah putusan pengadilan, ” katanya.

” Bila perseteruan dengan saya tidak dapat dikerjakan bagaimana ingin ngurus negara, ” kata Fahri.

” Ini kan engga dewasa. Tidak ada partai dapat menang lewat cara begini. Eksklusif, ngambekan, kaku. Akan Innalillahi ini semuanya, ” sambung dia.

Berkaitan usulan perubahan pimpinan itu, Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menyampaikan kalau Fahri tidak butuh ikut serta masalah partai karna telah bukanlah anggota PKS.

Mengenai tentang tuntutan Fahri yang dimenangkan PN Jaksel, sekarang ini masih tetap dilawan PKS dengan usaha hukum banding yang belum berkekuatan hukum tetaplah.

Hingga, putusan itu menurut dia tidak dapat jadikan argumen.

” Fahri tidak bisa ngomong demikian (ganti pimpinan). Dia kan bukanlah anggota PKS lagi, telah dipecat. Jadi tidak usah ikut serta lagi lah masalah partai, ” kata Tifatul.

” Masalah pengadilan, kita kerjakan di pengadilan. Jadi secara singkat banyak rumput di sekitaran dahlia, tidak usah ribut ini hanya masalah dunia, ” sambung bekas Menteri Komunikasi serta Informatika itu.

Hal seirama disibakkan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera yang menyatakan kalau Fahri berdasar pada ketentuan Biaya Basic serta Biaya Tempat tinggal Tangga (AD/ART) partai telah bukanlah anggota PKS.

Berkaitan kritikan Fahri kalau PKS dibawah kepemimpinan saat ini tidak dapat semakin maju, Mardani menyampaikan pihaknya menjawab kritik tidak lewat kalimat tetapi bukti.

” Kami menganggapnya semuanya bisa berkomentar. Kami bakal tunjukkan, tidak dengan kalimat namun aksi. Seperti (kemenangan) Pilkada DKI, ” ucap Anggota Komisi II DPR itu.