Ombudsman Curiga Kasus Teror di Mapolda Sumut Bukan Aksi Terorisme

0
162

Aksi dugaan terorisme di Mapolda Sumut, Kota Medan yang menghebohkan pagi tadi menimbulkan kecurigaan publik.

Bahkan, Ombudsman sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi pelayanan publik termasuk pelayanan keamanan juga mencurigai insiden berdarah tersebut.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar mencurigai aksi tersebut lantaran dua orang terduga pelaku pembunuhan polisi hanya bermodalkan senjata tajam untuk menyerang Mapolda Sumut.

“Terkait pelaku, bagaimana mungkin teroris berani hanya bersenjata pisau? Padahal risiko yang dihadapinya adalah markas polisi. Target dia apa kalau hanya dengan senjata pisau? Nah karena itu, saya curiga ini bukan teroris,” ujar Abyadi.

Dia keheranan teroris bisa melompati pagar markas besar kepolisian Sumut, dan masuk ke ruang pos jaga serta ke ruang istirahat anggota polri. “Kenapa bisa masuk ke ruang istirahat tempat seorang anggota istirahat? Apa kerjaan mereka saat tugas itu? Jangan-jangan mereka tidur. Mestinya, di malam Lebaran seperti itu, harus lebih siaga,” tuturnya.

Dia mendesak agar pihak kepolisian segera mengevaluasi sistem keamanan di Mapolda Sumut agar masyarakat tetap merasa aman selama Lebaran. “Mereka (polisi) justru tidak siaga. Kenapa terlalu longgar penjagaan yang dilakukan petugas jaga. Ini harus dievaluasi,” ujar Abyadi.

Sebelumnya, dua orang terduga teroris berinial AR dan SP diduga menusuk seorang personel kepolisian bernama Aiptu Martua Sigalingging hingga tewas saat sedang bertugas menjaga Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan pada Minggu pagi, 25 Juni 2017.