NU Himbau Tak Gunakan Ayat Alquran & Hadis Nabi untuk Cari Jabatan dan Politik

0
194

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin mengimbau agar para bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta bisa menjaga sikap dengan tidak menyinggung isu SARA dalam segala kegiatannya. Terlebih lagi penggunaan ayat-ayat suci dalam kegiatannya.

Hal ini terkait video Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap Alquran Surah Al Maidah ayat 51.

“Saya mengimbau, agar jangan menggunakan ayat Quran dan hadis Nabi untuk menyerang. Menggunakan ayat Quran untuk mencari jabatan,” ujar Ishomuddin di Hotel Grand Cemara saat menghadiri diskusi tentang Pilkada DKI bersama Bawaslu DKI, Kamis (13/10).

Dia tidak menampik isu SARA dalam setiap pemilihan kepala daerah akan selalu ada menurutnya hal tersebut wajar. Namun, dia menolak jika dalam kampanye nanti isu SARA dijadikan sebagai bahan pasangan calon untuk saling menjatuhkan pasangan calon lainnya.

“Sentimen identitas, jangan jadi bahan untuk menggagalkan Pilkada di DKI. Adapaun persoalan memilih, wajar saja kalau ada calon orang Jawa, kemudian dipilih orang Jawa itu wajar,” jelas Ishomuddin.

“Jangan jadikan Pilkada Jakarta dipenuhi dengan isu latar belakang, suku, ras, agama,” pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta, Syafii Mufid mengaku sudah memprediksi bakal adanya kejadian heboh seperti ini. Alasannya, menjelang penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur merupakan masa-masa sensitif dalam Pilkada.

“FKUB dari jauh-jauh hari memberitahukam, kalau saat-saat seperti ini pasti rame. Makanya masyarakat juga seharusnya bisa membantu menciptakan suasana Pilkada yang berkualitas,” kata Syafii.