Muslim Boleh atau Tidak Ucapkan Selamat Natal? Simak Penjelasannya

0
241

Jelang perayaan Natal umat kristiani, ramai diperbincangkan bagaimana hukumnya seorang muslim mengucapkan selamat natal dan mengikuti perayaannya.

Para ulama berpendapat tegas haram, namun ada segelintir orang yang membolehkan atas nama ‘toleransi’. Dilansir jejamo.com dari suara-islam.com, Sabtu, 24/12/2016, bagaimana pandangan Buya Yahya ulama kharismatik asal Cirebon terkait hal ini.

Buya menjelaskan, natal itu adalah perayaan kelahiran Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh umat Kristiani. “Jika kita mengucapkan selamat berarti ikut mengukuhkan Yesus yang dianggap Tuhan oleh umat kristiani,” jelasnya.

“Inilah permasalahan yang perlu dijelaskan supaya kita tidak ikut-ikutan. Jangan sampai terjebak dengan dalih toleransi yang sesungguhnya itu bisa merusak akidah dan keimanan kita. Jangan main-main, karena derajatnya bisa kafir dalam menyatakan ini,” tegas Buya.
Pimpinan Ponpes Al Bahjah Cirebon ini menambahkan, Islam sangat menghargai orang diluar Islam tapi masalah keyakinan tidak boleh dicampuradukkan.

“Tidak ada dalam Islam yang namanya toleransi beragama, yang ada ialah kewajiban menghormati agama diluar islam. Kita harus jadi tetangga yang baik buat mereka, jika mereka bertamu harus kita hormati, kalau mereka lapar kita wajib membantu, kalau mereka sakit kita harus mengunjungi, itu semua diperintahkan oleh Rasul Saw dan ini bukan toleransi tapi kewajiban. Inilah kebenaran dalam Islam,” jelas Buya.

Namun, kata Buya, selain ada kewajiban, ada juga hal-hal yang tidak boleh dilanggar. “Misalnya kita tidak boleh menikahkan anak dengan tetangga yang berbeda agama, itu aturan Islam dan orang diluar Islam harus memahami itu. Bahkan jika di agama lain ada aturan yang semacam itu, orang Islam juga harus memahami dan tidak boleh tersinggung,” kata Buya.

“Jadi dalam setiap agama ada kewajiban dan larangan yang harus dipegang dan dihormati, namun karena hal ini tidak direnungi akhirnya jadi pada emosi,” tambahnya.