MUI Inginkan Ada Rujuk Nasional Usai Demo 212

0
627

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan adanya rujuk nasional setelah aksi damai bela Islam yang akan digelar pada 2 Desember mendatang. Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo menilai bahwa istilah rujuk kurang pas dipakai karena menurutnya tak ada yang perlu diminta berbaikan.

“Rujuk apa? Yang berantem siapa? Wong kita enggak berantem kok,” kata Presiden, di teras belakang Istana Merdeka, Selasa (29/11). 

Bagi presiden, istilah rujuk atau rekonsiliasi baru tepat dipakai dalam kondisi bangsa Indonesia sudah terpecah dan harus didamaikan. Sementara, menurut Jokowi, kondisi di masyarakat saat ini sudah tenang, tak ada yang bertikai. 

“Saya kira kita baik-baik saja. Hanya perlu kita ingatkan pada semuanya tentang pentingnya Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.”

Kendati begitu, Presiden menegaskan bahwa ia akan terus melakukan komunikasi politik dengan semua pihak, baik sesudah atau setelah aksi massa 2/12.