Miris, Adanya Manipulasi Prestasi Instansi Pemerintahan

0
142

Tertangkapnya petinggi auditor Tubuh Kontrol Keuangan (BPK) dalam operasi tangkap tangan KPK memetik sorotan. Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilainya, masalah ini mesti jadi evaluasi yang akan datang. Agus mengapresiasi serta memohon KPK untuk membuka masalah ini hingga selesai.

” Kami mengatakan terima kasih pada KPK bisa membuka ini serta selalu pastinya ini mesti disibak hingga benar-benar hingga pada aktor intelektualnya mungkin bila ada, ” kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Senin 29 Mei 2017.

Menurutnya, OTT auditor BPK ini jadi hal yang fenomenal. Sebab, penilaian prestasi kemampuan instansi atau kementerian nyatanya dapat dimanipulasi dengan suap. Hal semacam ini yang dinilai menyedihkan.

” Kita benar-benar mesti konsen ini tidak bisa berlangsung lagi serta ini mesti diusut dengan cara selesai. Bila memanglah dia belum hingga pada lumrah tanpa ada pengecualian (WTP) serta jadikan predikat WTP, ini jadi hal yang benar-benar mengakibatkan kerusakan program semuanya terlebih dari program pemerintah lewat Kementerian Keuangan, ” tutur politisi Demokrat itu.

Agus menyampaikan, saat satu kementerian memperoleh penilaian disclaimer dari BPK tentu didalam anggarannya bakal banyak dibatasi. Namun, bila memperoleh penilaian WTP jadi pastinya bakal diberikan kelonggaran-kelonggaran didalam gagasan aktivitas kementeriannya.

” Ini benar-benar suatu hal yang begitu utama serta ini kejahatan yang benar-benar begitu berat serta pastinya ini mesti diusut benar-benar hingga ke akar-akarnya, bila butuh siapa aktor intelektualnya mesti benar-benar dapat dipegang dengan baik, ” kata Agus.

Terlebih dulu, penyidik KPK lakukan operasi tangkap tangan berkaitan sangkaan suap pada petinggi serta auditor BPK berkaitan pemberian opini lumrah tanpa ada pengecualian (WTP) pada neraca keuangan Kemendes PDTT th. biaya 2016.
Dalam masalah ini, KPK mengambil keputusan empat tersangka yakni Inspektur Jenderal Kemendes Sugito, petinggi Eselon III Kemendes Jarot Budi Prabowo, petinggi Eselon I Tubuh Pemeriksa Keuangan Rachmadi Saptogiri, serta Auditor BPK Ali Sadli.