Mereka yang Jadi Korban Berita Palsu Terkait Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

0
124

Eks anggota Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) Rinton Girsang, Vicky Kurnianto (20), dan Wiryawan Indra Wijaya terkejut saat namanya dikaitkan dengan peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mereka membantah dan memastikan diri masih sehat walafiat.

Kabar terhangat, foto Rinton beredar di media sosial sebagai pelaku bom. Di media sosial, Rinton tampak berseragam. Di foto lain, ia mengenakan kaus sambil memegang senjata laras panjang. Foto Rinton disandingkan dengan kepala salah satu pelaku bom Kampung Melayu yang memang mirip.

Namun Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting memastikan Rinton masih hidup. Bahkan Rinton, melalui video testimoninya, memastikan dirinya masih hidup. “Saya Rinton Girsang. Saya posisi di Pontianak, tepatnya di Siantan. Saya dalam keadaan sehat walafiat. Tolong jangan dihubungkan dengan bom di Terminal Kampung Melayu. Saya tetap NKRI. Salam Merah Putih,” kata Rinton sambil mengangkat tangan kanan tanda menghormat.

Selain Rinton, ada Vicky dan Wiryawan, yang gara-gara foto KTP dan SIM disebut sebagai pelaku bom dan diunggah di media sosial, bahkan menjadi viral. “Orang yang bernama Vicky Kurnianto sesuai KTP (yang katanya disebut di medsos sebagai pelaku bom bunuh diri) itu memang ada dan orangnya masih hidup, dalam keadaan sehat,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes (Pol) Harry Kurniawan.

Keduanya pun dimintai keterangan oleh polisi. Mereka membantah terlibat dalam ledakan bom dan merasa dirugikan akibat tersebarnya foto itu. “Itu tidak benar (Wiryawab), ada foto seolah korban atau terduga pelaku aksi terorisme di Kampung Melayu yang disatukan dengan identitas inisial W ini. Dia masih sehat, masih ada orangnya, dan masih kita periksa,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur.

Berikut ini 3 kisah Rinton, Vicky, dan Wiryawan:

1. Rinton Girsang

Ada informasi yang beredar dari media sosial yang menyebutkan salah satu terduga pelaku bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah seorang polisi di Sumatera Utara (Sumut) yang dinonaktifkan. Namun Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menepis kabar itu.

Di media sosial, Rinton tampak berseragam. Di foto lain, ia mengenakan kaus sambil memegang senjata laras panjang. Foto Rinton disandingkan dengan kepala salah satu pelaku bom Kampung Melayu yang memang mirip.

“Saya tegaskan tidak ada hubungannya itu,” kata Iriawan di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menyampaikan hal yang sama. “Nggak betul. Rinton Girsang saat ini di Pontianak, Kalbar, dalam keadaan sehat,” kata Rina. Rina lalu memberikan video testimoni Rinton.

Melalui video, Rinton menjelaskan posisinya. “Saya Rinton Girsang. Saya posisi di Pontianak, tepatnya di Siantan. Saya dalam keadaan sehat walafiat,” kata Rinton didampingi seorang teman.

“Tolong jangan dihubungkan dengan bom di Terminal Kampung Melayu. Saya tetap NKRI. Salam Merah Putih,” ucap Rinton sambil mengangkat tangan kanan tanda menghormat.

2. Vicky Kurnianto

Foto KTP dan SIM C atas nama Vicky Kurniyanto, yang beralamat di Kampung Cibodas RT 001 RW 001 Cibodas, Tangerang, jadi viral dan disebut-sebut sebagai pelaku bom Kampung Melayu. Polisi memastikan informasi tersebut hoax.

“Sudah dicek orangnya dan dalam keadaan sehat,” kata Kapolres Tangerang Kombes (Pol) Harry Kurniawan ketika dimintai konfirmasi, Kamis (25/5).

Vicky menjelaskan, pada Kamis (18/5) lalu, dia kehilangan dompetnya di Jl Gatot Subroto, Cimone, Tangerang. Dompet itu berisi SIM C, KTP, kartu ATM, dan sejumlah uang. “Atas kehilangan tersebut, yang bersangkutan sudah membuat laporan kehilangan pada hari itu juga jam 14.30 WIB,” ujarnya.

Berita tentang hilangnya identitas Vicky ini kemudian disebarkan di Facebook oleh seseorang bernama Yuni Yuniar, yang menemukan dompet itu. Vicky mengetahui soal penemuan dompet itu dari temannya. “Yang bersangkutan bilang dia dapat info dari temannya, katanya ada yang menemukan KTP dan SIM-nya itu, ada yang upload di Facebook atas nama Yuni Yuniar,” tuturnya.

Setelah mendapat informasi tersebut, Vicky kemudian mengontak Yuni. Pada Selasa (22/5), Vicky janjian bertemu dengan Yuni untuk pengembalian dompet dan isinya di pergudangan Sinar Hati 88 Tangerang.

“Kemudian dia ketemulah sama Yuni Yuniar itu dan semua barangnya yang hilang itu ada dompet berisi KTP, SIM C, ATM BRI, ATM BTN, dan uang yang ada di dompet dikembalikan masih utuh,” ucapnya.

Vicky kaget ketika namanya dikaitkan dengan pelaku bom bunuh diri. “Ini saya masih hidup, gimana saya bunuh diri?” tutur Harry, menirukan Vicky.

3. Wiryawan Indra Wijaya

Wiryawan Indra Wijaya, warga Kampung Ranji Tengah, Dusun Ranji, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengaku kaget atas penyebaran kartu tanda penduduk (KTP) miliknya yang disandingkan dengan salah satu terduga pelaku aksi teror tersebut.

Ketika ditemui di kediamannya sekitar pukul 10.45 WIB, Kamis (25/5/2017), Wiryawan, yang sempat dimintai keterangan oleh aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota, mengaku dirugikan oleh munculnya foto tersebut.

“Tadi malam saya didatangi anggota Polsek Kebonpedes. Dia menanyakan alamat dan menyebut nama saya. Saya bilang orang yang di dalam foto itu memang saya, polisi juga kaget dia bilang oh ternyata masih hidup ya,” tutur pria yang akrab disapa Iwang tersebut.

Didampingi keluarganya, Iwang kemudian dibawa ke Mapolres Sukabumi Kota untuk dimintai keterangan sekitar pukul 23.00 WIB. Namun Iwang akhirnya diperbolehkan pulang.

Menurut pengakuannya, KTP itu dititipkan di salah satu pabrik di kawasan Cimande, Bogor, 8 bulan yang lalu. Hal itu ia lakukan karena kendaraan miliknya dititipkan di pabrik tersebut. “Syarat saya nitipin motor harus nyimpan KTP. Pas saya ambil motor, KTP-nya lupa diambil, akhirnya hilang,” ucapnya.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur membenarkan Wiryawan sempat menjalani pemeriksaan terkait dengan foto KTP miliknya yang tersebar di aplikasi pesan singkat. “Itu tidak benar, ada foto seolah korban atau terduga pelaku aksi terorisme di Kampung Melayu yang disatukan dengan identitas inisial W ini. Dia masih sehat, masih ada orangnya, dan masih kita periksa,” kata AKBP Rustam.