Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Orang Terkenal dalam Sekejap

0
295

Fenomena media sosial yang makin berkembang pesat menjadi perhatian seriusSCTV. Bahkan SCTV  siap menggulirkan ajang penghargaan untuk para pengguna sosial media di Tanah Air. Adalah Indonesian Social Media Awards (ISMA) yang untuk pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2016.

Penghargaan ini didedikasikan bukan hanya untuk selebriti Indonesia, tapi juga untuk masyarakat umum yang sukses menjadi trending topic di media sosial selama setahun terakhir. Menjadi tenar dan terkenal memang menjadi dambaan banyak orang. Ada banyak cara yang ditempuh seseorang untuk bisa menjadi orang terkenal, bisa lewat ajang adu bakat, perlombaan maupun festival dan lain sebagainya.

Selain itu, di Indonesia ada beberapa orang yang mendadak tenar karena kehadiran media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube dan lain sebagainya. Apalagi, di Indonesia memang terkenal banyak orang yang eksis di dunia maya. Nama-nama seperti Norman Kamaru, Udin Sedunia dan Sinta-Jojo bisa dibilang termasuk dalam jajaran artis media sosial.

Nama mereka pernah dikenal luas dan bahkan disebut artis karena media sosial. Norman yang awalnya berprofesi sebagai polisi di daerah Gorontalo ini dikenal luas setelah menyanyikan lagu India ‘Chaiya Chaiya’ yang dipopulerkan oleh Shahrukh Khan dalam sebuah film.

Norman bahkan berani menanggalkan profesi polisi untuk menjadi artis. Sedangkan Udin Sedunia adalah nama lain dari Sualudin. Udin Sedunia adalah lagu yang dibawakan olehnya dan mendadak ngetop setelah banyak yang menyaksikannya di media sosial. Udin sempat banyak mendapat tawaran manggung dan bermain di sebuah sinetron.

Lalu ada Sinta dan Jojo. Dua wanita asal Jawa Barat ini pernah membuat heboh lewat video lagu Keong Racun yang mereka bawakan secara lipsync. Video yang awalnya hanya dibuat iseng ini mendadak banyak diminati saat diunggah ke Youtube.

Di Twitter, video ini sempat jadi trending topic selama beberapa hari. Saking ngetopnya, Charly Setia Band membeli hak cipta lagu tersebut untuk diaransemen ulang. Meski popularitas mereka tak terlalu lama, tapi setidaknya mereka pernah merasakan keuntungan dari kekuatan media sosial yang bisa mempengaruhi banyak orang.

Sementara itu, SCTV sendiri ingin mendorong netizen lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan mereka untuk menggelar ajang Indonesian Social Media Awards (ISMA) di tahun 2016 ini.