Masjid Kapal Semarang Unik Seperti Bahtera Nabi Nuh

0
1693

Sebuah masjid di Semarang tengah menjadi buah bibir. Bentuknya sungguh unik, mirip seperti kapal kayu!

Sebuah tempat di tengah hutan dan sawah di Kota Semarang, Jawa Tengah membuat banyak traveler penasaran. Kenapa? Karena di lokasi yang tepatnya berada di Desa Dadakan, Kecamatan Ngaliyan itu terdapat ‘bahtera Nabi Nuh’.

Kapal berukuran besar yang dibangun jauh dari pusat kota itu tentu membuat heboh ketika fotonya tersebar di dunia maya. Tapi tentu saja bukan kapal sungguhan, melainkan bangunan masjid yang dibuat seperti kapal lengkap dengan dek bahkan kolam kecil yang mengelilinginya seolah sedang mengapung.

Bangunan itu dikenal masyarakat dengan Masjid Kapal atau Masjid Safinatun Najah. Pertama kali melihat, kesan pertamanya yaitu unik dan instagramable. Itulah yang dipikirkan sejumlah pengunjung yang langsung selfie dengan masjid yang masih dalam proses pembangunan itu.

Dibangun di atas tanah seluas 4.000 m2, masjid milik yayasan Safinatun Najaat, Pekalongan itu menyerupai kapal kayu karena temboknya dilukis manual dengan tekstur kayu. Di atas dek kapal kayu ada bangunan bercat putih.

Sebenarnya bangunan terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama untuk aula, tempat wudu, dan toilet, kemudian lantai 2 merupakan masjid tempat salat, sedangkan lantai 3 rencananya untuk perpustakaan. Di bagian rooftop-nya ada kubah berwarna hijau. Dari dek dan rooftop, traveler bisa melihat pemandangan sawah dan hutan yang membentang.

Akses menuju ‘bahtera Nabi Nu’ itu memang cukup jauh namum mudah dicapai. Dari Bandara Internasional Ahmad Yani, jalan melewati Pantura ke arah Barat dan berbelok di pasar Jrakah menuju Ngaliyan.

Kemudian berbelok ke kanan tepat sebelum Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 A Semarang Kedungpane. Cukup menelusuri jalan sekitar 10 km dan jika mentok bertemu pertigaan, belok kiri menuju Jalan Kyai Padak. Jika bingung, bisa buka Google Maps dengan kata kunci ‘Masjid Kapal Semarang’ atau ‘Masjid As Safinatun Najah’.

Pengawas bangunan, Muhammad Munawar mengatakan bentuk bangunan seperti kapal karena menyesuaikan dengan nama yayasan yaitu Safinatun Najah yang merupakan kapal penyelamat. Hasil perundingan pihak yayasan pun setuju desain dibuat berbentuk kapal dan dibangun di kawasan tersebut karena harga tanah cukup murah.

“Mulai dibangun bulan Agustus 2015. Di sini karena harga tanah masih murah. Tapi dengan adanya Masjid ini harga tanah ikut naik,” kata Munawar.

Fasilitas klinik dan asrama

Selain gedung unik, nantinya akan ada fasilitas klinik dan asrama untuk santriwati di bangunan yang berbeda. Rencananya klinik boleh dimanfaatkan warga sekitar gratis. Pihak yayasan juga ingin bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang agar penanganan medis di klinik bisa maksimal.

“Klinik akan digunakan untuk membantu kesehatan masyarakat Padakan dan sekitarnya. Pondok putrinya juga akan gratis, diutamakan warga sini dulu,” pungkas Munawar.

“Lantai pertama bisa untuk gedung pertemuan, kalau ada warga mau acara khataman, sunatan massal, atau pernikahan, bisa gunakan aula,” imbuhnya.

Foto-Foto Masjid Kapal Semarang

Petunjuk Arah atau Direksi Menuju Masjid Kapal Semarang