Masa Tenang Pilgub DKI dan Ancaman Kampanye Hitam

0
202
Word on keyboard

Jelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, kampanye hitam kembali merebak. Kasus paling heboh adalah yang menimpa pasangan nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno. Langkah mereka terganjal dengan adanya isu fitnah tersebut.

Meski begitu, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai ini baru pemanasan. “Nanti kalau sudah H-3, pas masa tenang, bisa makin kencang kampanye hitam seperti ini. Di media sosial akan banyak sekali itu,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia meminta para pasangan calon bersiap-siap saja. Borok dan aib semua bisa keluar di babak final ini. Sasarannya, menurut Pangi, bukan paslon yang diusung saja, tetapi bisa juga mengena ke keluarga dan partai, serta orang yang mendukung di belakangnya.

“Maka harus sudah siap, pasang itu rompi anti-pelurunya. Ini bakal jadi ajang penghabisan. ‘Cuci gudang’ keburukan lawan,” paparnya.

Ketika kampanye hitam makin gencar, Pangi berharap masyarakat tidak menelan bulat-bulat semua informasi yang beredar di media sosial. Bahkan untuk yang tampaknya amat nyata sekalipun.

Berdasarkan jadwal yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, masa tenang akan dimulai 16 hingga 18 April. Sementara pemungutan suara putaran kedua untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Ibu Kota akan dilakukan pada Rabu 19 April 2017.

Putaran kedua Pilkada DKI akan mempertemukan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno. KPU pun memberikan kesempatan berkampanye sekaligus menghadiri debat kandidat selama periode 7 Maret hingga 15 April 2017.