Makar & Hak Angket, Presiden Jokowi Benar-Benar Akan Diturunkan?

0
123

Belakangan ini nama Presiden Jokowi sedang menjadi perbincangan di sejumlah media. Hal tersebut lantaran adanya isu makar yang akan dilakukan kepada pemimpin di Republik Indonesia itu.

Soal adanya penggulingan presiden ini telah dikonfirmasi oleh pembawa acara di Aiman yang tayang di Kompas TV. Aiman Witjaksono mewawancarai Allan Nairn yang berprofesi sebagai jurnalis investigatif.

Saat itu pembicaraan antara Aiman dan Allan meliputi tulisan yang kerap menimbulkan pergesekan. Diantaranya adalah saat peristiwa malam Santa Cruz, Dili, Timor-timor pada 1991.

Sedangkan pada tahun 1999 lalu Allan juga sempat ditahan oleh tentara Indonesia. Bahkan ketika ada operasi militer di Aceh ia juga sempat datang kembali ke tanah air.

Dan kedatangan yang terakhir kalinya terjadi pada tahun 2014 atau tepatnya sebelum Pilpres 2014. Berselang dua tahun kemudian Allan datang kembali ke Indonesia dan membawa tulisan kontroversi.

Aiman menyebutkan dalam tulisannya jika isu soal makar terhadap Presiden Jokowi yang kembali dibawa Allan. Seperti diketahui jika masyarakat sempat heboh dengan artikel dari The Intercept.

Pasalnya isi tulisan dari media online asal Amerika Serikat itu juga dirilis oleh Tirto.id. Artikel itu mengungkapkan adanya dugaan makar yang dilakukan oleg TNI terhadap presiden.

Mengenai hal tersebut Aiman bertanya kapada Allan soal artikel yang telah ditulis dan menjadi perbincangan hangat tersebut. Aiman bertanya soal alasan Allan yang mengangkat tema mengenai Makar.

Alasan dari Allan lantaran banyaknya pelanggan HAM di Indonesia yang belum dituntaskan. Tak hanya sampai disitu pertanyaan kembali dicecar soal apa hubungannya dengan makar.

Allan menjawab jika hal tersebut memang tak dituntaskan lantara pemerintahan Presiden Jokowi takut akan digulingkan. Itu yang ditulis oleh Aiman dalam artikelnya yang dimuat di Kompas.

Tak hanya sampai disitu, ada juga pertanyaan mengenai narasumber yang telah ditemui Allan. Setidaknya ada puluhan Jenderal yang telah ditemui dan sepuluh diantaranya masih aktif menjabat.

Namun hanya sedikit penjelasan yang didapat soal bagaimana cara Allan untuk bisa mendapatkan sumber artikelnya.