Libur Natal dan Tahun Baru, Menhub Soroti Harga Tiket dan Keamanan Bandara

0
194

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ingin agar angkutan penumpang di Hari Raya Natal dan Tahun Baru berjalan lancar. Ada dua hal yang menjadi perhatiannya, yaitu soal harga tiket pesawat dan keamanan di bandara.

Menhub Budi mengatakan soal harga tiket menjadi perhatian karena dirinya mendapatkan keluhan dari penumpang. Atas hal itu, Budi melakukan koordinasi dengan operator bandara.

“Berkaitan dengan dua hal yang saya pesankan tadi, memang beberapa hari lalu ada komplain berkaitan dengan harga tiket khususnya di Jakarta. Makanya kami koordinasi dengan operator airlines untuk perhatikan jangan sewenang-wenang lakukan kenaikan harga tiket dalam batas tertinggi. Mengingat masyarakat itu kemampuannya terbatas,” ujar Budi di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (25/12/2016).

Budi melanjutkan, dalam upaya menjaga harga tiket tersebut, dia meminta untuk disediakannya slot tambahan untuk penerbangan. Hal ini dilakukan agar ada keseimbangan antara permintaan dan kesediaan tempat duduk.

“Apa yang kami lakukan selain imbau? Kami minta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk keluarkan slot baru kepada airlines. Sehingga ada tambahan slot dari berbagai jurusan. Sehingga supply berimbang dengan demand,” ujar Budi.

Hal ini dikatakan Budi setelah melakukan teleconference bersama para pengelola bandara di sejumlah kota di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, beberapa laporan dari pengelola bandara menyebutkan adanya peningkatan jumlah penumpang.

Hal ini sebagaimana yang dilaporkan dari pengelola Bandara Pattimura, Ambon, Maluku. Di sana terjadi peningkatan penumpang sebanyak 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan penumpang juga ada di Lombok Nusa Tenggara Barat, Semarang Jawa Tengah dan Manado Sulawesi Utara.

Atas peningkatan ini, Budi merasa senang. Sebab, penumpang sudah banyak yang memilih pesawat sebagai moda transportasi. Menurutnya hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang mulai membaik. Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan.

“Di satu sisi ini sesuatu yang menggembirakan bahwa daya beli masyarakat naik. Namun di sisi lain kami melihat ada keharusan kami meng-improve diri dari segi bandara atau airlines,” ujar Budi.

Dalam teleconference, diterima laporan memang terjadi peningkatan harga tiket. Seperti di Bandara Sultan Hasanudin Makassar, harga tiket yang biasanya berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, menjadi Rp 900 ribu sampai Rp 1,6 juta.

Begitu juga di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Harga tertinggi tiket pesawat dari Jakarta menuju Yogyakarta sekitar Rp 1 juta. Sementara di hari biasa, harganya Rp 800 ribu. Menurut petugas, harga tersebut normal seperti tahun 2015 lalu.

Berdasarkan laporan tersebut, Budi beranggapan kenaikan tarif itu baru indikasi. Sebab masih dalam batas normal. Budi mengatakan, pihak Kemenhub baru dapat menindak bila maskapai melewati tarif batas atas.

“Kalau kenaikan tarif baru indikasi. Tadi saya sudah cek di beberapa bandara, ternyata mereka sampaikan tarif masih di batas normal. Kalau masih dalam batas atas, mereka tak perlu ditindak karena hak mereka. Kalau melampaui baru ditindak. Hanya saja walau di batas atas kan penumpang tetap merasa berat. Makanya demand dan suplai kami atur,” tutur Budi.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah imbauan untuk meningkatkan keamanan bandara. Hal ini didasarkan pada fakta-fakta adanya penemuan bom di sejumlah lokasi dalam beberapa waktu ke belakang.

Budi pun meminta para pengelola bandara untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri. Meski demikian, Budi mengatakan peningkatan keamanan juga berlaku di terminal, stasiun dan pelabuhan.

“Berkaitan dengan kegiatan keamanan kita tahu beberapa hari lalu ada penemuan bom di beberapa tempat. Dan sebagai tempat yang harus aman, kami buktikan, kami konservasi terapkan agar semua bandara dan stasiun, pelabuhan lakukan kordinasi dengan TNI Polri,” ucap Budi.

“Mereka kami minta bantuan selain pengamanan terbuka juga pengamanan tertutup untuk deteksi keinginan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Kami sarankan seluruh general manager bandara dan pelabuhan untuk koordinasi intensif dengan Polres dan TNI di daerah karena informasi berkaitan dengan kegiatan tak bertanggung jawab itu sering terjadi,” sambung Budi.