Komnas HAM Sebut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Orang Terlatih

0
119

Komnas HAM menyebut pelaku penyiraman air keras ke penyidik KPK sebagai orang yang terlatih. Hal itu merujuk pada fakta-fakta yang didapatkan Komnas HAM.

“Kenapa teman-teman kepolisian sulit menangkap? Berarti pelakunya terlatih, tetapi kita meyakini kemampuan teknis kepolisian kita memadai untuk mengungkap kasus ini,” kata komisioner Komnas HAM Maneger Nasution ketika dihubungi, Sabtu (10/6/2017).

Selain itu, Maneger mengatakan Novel sebenarnya telah curiga dirinya diawasi selama 1 tahun terakhir. Untuk itulah, Novel menaruh perhatian lebih pada orang-orang yang diduga mencurigakan di sekitarnya.

“Mas Novel sudah curiga, 1 tahun terakhir ada orang mencurigakan di sekitar rumah dan itu sudah disampaikan ke Polri. Dia foto segala macam. Jadi artinya ini bukan kasus tiba-tiba. Indikasinya sudah ada dari awal,” ucap Maneger.

“Kemudian Novel juga setahun terakhir mengalami lima kali teror, terakhir sebelum ini kan ditabrak,” sambungnya.

Maneger pun mengaku telah bertemu dengan pihak KPK dan Polri terkait hal itu. Menurutnya, KPK dan Polri akan mengadakan pertemuan lagi dalam 2 minggu ke depan.

Dalam waktu 2 minggu itu, Komnas HAM, menurut Maneger, juga akan mendalami temuan-temuan baru tersebut. “Dalam 2 minggu ini kami akan mendalami isu yang janggal itu,” ucap Maneger.

Novel hingga saat ini masih menjalani perawatan di Singapura. Kondisi mata kanannya menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Sedangkan membran plasenta yang dipasang pada mata kiri Novel diputuskan dicabut pada Senin (5/6) lalu.

Novel diserang setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/4), di dekat kediamannya, Jalan Deposito T Nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.