Ketua GNPF MUI Sebut Ada Upaya Mengadu Islam dengan PDIP

0
185

Ketua Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengatakan belakangan ini ada upaya untuk membenturkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) serta Umat Islam dengan salah satu partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini meminta agar umat Islam tak terprovokasi.

“NU ini adalah saudara dekat Muhammadiyah di dunia dan Insya Allah akhirat, kami gak mau kita dibenturkan-benturkan dengan saudara dekat kami,” ujar Bachtiar dalam Pengajian “Kajian Pencerah dan Grand Launching Maidah cake and Bakery” di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu 28 Januari 2017.

Selain itu, dia menuturkan umat Islam tidak mempunyai masalah dengan PDIP. PDIP, kata Bachtiar mempunyai peran yang besar memajukan bangsa terutama memajukan Kota Surabaya melalui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang merupakan kader PDIP.

Dukungan Umat islam, lanjut Bachtiar, juga merupakan dukungan Muhammadiyah. Umat Islam dan PDIP akan bahu-membahu membangun Kota Surabaya. Menurutnya, akan jadi berbahaya jika ada yang membenturkan PDIP dan umat Islam “Saya tidak rela itu terjadi. Jangan sampai PDIP dan Umat Islam digosok dan dibenturkan karena yang akan rugi nantinya ya warga Surabaya, Umat Islam dan PDIP sendiri,” tandasnya.

Untuk itu, Bachtiar mengajak umat Islam untuk menjaga perdamaian dan kesatuan bersama aparat yang ada. Ia juga meminta umat Islam untuk tidak mau dipecah-belah. “Jangan sampai ada kesalahpahaman kecil yang diletup-letupkan sehingga jadi besar,” imbaunya.

Bachtiar juga berharap umat Islam yang selama ini bagus dalam membangun Surabaya bisa mengkatkan hal tersebut sehingga dapat tercipta Kota Surabaya yang lebih baik lagi.

“Indonesia adalah negara dengan kedaulatannya di tangan rakyat, bukan di tangan orang-orang tertentu, terutama yang ingin memecah belah kita semua,” kata Bachtiar.