Ketika Para Artis dan Selebriti ‘Jualan’ di Pilkada DKI Jakarta

0
965

Satu per satu selebriti mulai bergabung dalam barisan pendukung para bakal calon gubernur DKI Jakarta. Beberapa dari mereka bukan cuma penyemarak, tapi ikut bergabung dalam tim sukses atau tim pemenangan.

Pengamat politik IndoBarometer, Muhammad Qodari, berpendapat sosok artis dengan popularitas tinggi tetap merupakan magnet tersendiri bagi publik. Daya pikat mereka pun mampu meningkatkan pemberitaan tentang calon terkait.

“Sedikit banyak, figur publik berpengaruh meramaikan acara. Bisa bikin seru dan untuk menaikkan pemberitaan,” kata Qodari kepada CNNIndonesia.com.

Keberadaan selebriti di sekitar calon gubernur juga dianggap dapat memengaruhi citra sang kandidat. Jika artis tersebut memiliki citra positif, dampaknya bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap satu pasangan calon kepala daerah.

Tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta saat ini punya artisnya masing-masing.


Sophia Latjuba

Artis cantik Sophia Latjuba berada di barisan depan tim pemenangan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Ia menjadi juru bicara tim sukses Ahok-Djarot atas rekomendasi Partai NasDem.

Sophia, dengan latar belakang aktris, penyanyi, sekaligus model, direkomendasikan NasDem membantu Ahok bukan tanpa alasan. Sebab Sophia juga politikus. Ia menjabat Ketua Dewan Pembina Wilayah Nasdem DKI Jakarta Bidang Politik dan Kebudayaan.

Penempatan Sophia yang blasteran Indonesia-Jerman itu bertujuan untuk menjangkau suara dari segmen pemilih perempuan dan pekerja seni. Sophia juga dianggap memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik.

k1

Saat ini Sophia mulai mempromosikan Ahok melalui akun media sosial Instagram miliknya. Perempuan 46 tahun itu sudah mengunggah dua foto dia ketika sedang bersama Ahok.

Salah satu foto itu diberi keterangan program kerja Ahok terkait Ruang Publik Terpadu Ramah Anak. Foto-foto itu disukai 30 ribu orang.

Jane Shalimar

k2

Artis berdarah Arab, Jane Shalimar Jashkilka, bergabung dengan kelompok pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Dia langsung memegang peran penting dengan menjadi ketua panitia acara deklarasi dukungan Barisan Teman Agus-Sylvi (Batas).

Jane mengatakan memiliki pemikiran yang sama dengan Agus. Jane juga bukannya orang baru dalam dunia politik. Ia ikut dalam Pemilu 2014 sebagai calon legislatif dari Partai NasDem.

Jane yang merupakan mantan istri cucu Presiden Soekarno, Didi Mahardika Suprapto, mengatakan banyak belajar politik dari keluarga eks suaminya.

Jane kini menularkan semangatnya mendukung Agus-Sylvi melalui sosial media. Kawan-kawannya sesama selebritis, kata Jane, kini banyak yang tertarik bergabung menjadi relawan pendukung Agus-Sylvi.

k3

Selain Jane, sosok Annisa Pohan sebagai istri Agus Yudhoyono amat penting dalam mengerek popularitas sang suami. Annisa kerap tampil mendampingi Agus pada banyak acara, dan biasanya dia langsung menjadi bintang.

Tak jarang, masyarakat lebih mengenal Annisa ketimbang Agus. Maklum, Annisa dulu merupakan model dan presenter yang sering wara-wiri di layar kaca.

k4

Olla Ramlan

Aktris dan presenter cantik Olla Ramlan belum lama ini mengunggah foto dia bersama bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, yang maju bersama Anies Baswedan.

“Berpikir keras. Ajakan yang menarik. Pikir dulu yaa,” tulis Olla dalam keterangan foto bersama Sandiaga itu. Foto itu disukai 50 ribu orang.

Olla memang dilirik Sandiaga untuk dimasukkan ke dalam tim ahli program ekonomi kreatif yang dirancang Anies-Sandi.

 

Bersilewerannya para selebritis itu, bagaimanapun dinilai Qodari belum mampu meraup suara bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Sebab daya tarik utama tetap berada di sosok calon gubernur.

“Tetap siapa calonnya, apakah mampu dipercaya atau tidak, bukan karena endorser,” ujar Qodari.

Selama ini dalam berbagai survei politik, menurut Qodari, ia hanya menemukan sedikit sekali responden yang memilih calon kepala daerah karena faktor figur publik.

Jumlah suara signifikan, ujar Qodari, baru bisa didapat jika selebritis pendukung kandidat kepala daerah ialah tokoh yang memiliki komunitas solid dan militan seperti Slank dan Iwan Fals. 

Qodari lantas membandingkan dengan fenomena di Amerika Serikat. Di sana, kata dia, artis berperan menggalang dana kampanye untuk calon, misal melalui konser, bukan untuk meraup suara pemilih.
 
Penggalangan dana semacam itu pernah terjadi pada Pemilihan Presiden 2014, saat Slank membuat konser untuk Jokowi.