Keselamatan Nyawa Ahok Terancam Bila Berada di Penjara?

0
183

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan pemindahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari Rumah Tahanan Cipinang ke Markas Komando Brigade Mobil merupakan saran darinya. Menurut dia, ada beberapa alasan yang mendasari pemindahan Ahok pada Rabu dinihari lalu, di antaranya ancaman pembunuhan.

“Saya koordinasi dengan Pak Kapolri, beliau sependapat dan dapat ditempatkan di Mako Brimob,” ujar Yasonna melalui pesan pendek, Minggu, 14 Mei 2017. Dia mengatakan hal itu bermula saat pukul 23.00, Selasa malam lalu.

Kala itu, Yasonna ditelepon Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni dan sulit menjamin keamanan. “Karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh,” kata Yasonna.

Selain itu, menurut Yasonna, jalan di depan Rutan Cipinang merupakan jalan arteri yang dikhawatirkan akan membuat macet parah dan mengganggu pengendara yang melintas. Sebab, gelombang masyarakat yang bersimpati kepada Ahok memadati jalan raya. Karena itu, pada pukul 24.00, Yasonna bertandang ke Rutan Cipinang untuk berdiskusi dengan Kakanwil dan staf lainnya. “Sebaiknya dipindah untuk dua alasan di atas,” ujarnya.

Dia menegaskan pemindahan tahanan ke Mako Brimob bukan hanya kasus Ahok saja. Yasonna mencontohkan politikus Demokrat yang terjerat kasus korupsi proyek Hambalang, Muhammad Nazaruddin, dulu juga dipindahkan ke Rutan Mako Brimob.

Adapun pengacara Ahok, Rolas Sitinjak, membantah adanya ancaman pembunuhan terhadap Ahok yang menyebabkan kliennya dipindah ke Markas Komando Brimob. “Kita tidak mendengar isu (ancaman pembunuhan) itu,” katanya.

Terkait Nyawa Ahok Terancam, Pengacara: Kami Tak Mendengar Isu Itu

Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Rolas Sitinjak, membantah adanya ancaman pembunuhan terhadap kliennya yang menyebabkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu dipindah dari Rumah Tahanan Cipinang ke Markas Komando Brimob. Menurut Rolas, pemindahan Ahok didasari alasan ketertiban umum.

“Kami tidak mendengar isu (ancaman pembunuhan) itu. Alasan pemindahannya adalah untuk ketertiban saja, biar orang tidak demo dan macet. Setahu kami sih begitu,” kata Rolas saat dihubungi.

Saat ditahan di Rutan Cipinang selama beberapa jam pun, menurut Rolas, Ahok tidak menceritakan adanya ancaman-ancaman akan dibunuh tersebut. “Kami tidak mendengar ancaman itu,” ujar Rolas.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan pemindahan Ahok dari Rumah Tahanan Cipinang ke Markas Komando Brimob merupakan saran darinya. Menurut dia, ada beberapa alasan yang mendasari pemindahan Ahok pada Rabu dinihari lalu.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni di sana dan petugas sulit menjamin keamanan Ahok. “Masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh,” kata Yasonna.

Selain itu, menurut Yasonna, jalan di depan Rutan Cipinang merupakan jalan arteri sehingga pendukung Ahok yang memenuhi jalan tersebut akan membuat macet sehingga mengganggu pengendara lainnya.